Tanggal Hari Ini : 21 Sep 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Hj. Lisda Hendrajoni, Sukses Ciptakan Berbagai Terobosan & Pemberdayaan UKM Pessel
Rabu, 07 Maret 2018 03:46 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Lisda Hendrajoni, sejak dilantik menjadi ketua PKK Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), langsung melakukan sejumlah terobosan. Kebetulan Lisda Rawdha, sapaan akrab istri bupati Pessel itu, terbilang aktif dan berpengalaman dalam berorganisasi. Baik organisasi sosial, maupun organisasi profesional. Pengalaman itu dia padukan untuk menggerakkan PKK di kabupaten Pesisir Selatan.

Wanita yang berpengalaman dalam berorganisasi ini berharap keberadaan PKK dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pesisir Selatan. Lisda tidak ingin organisasi tersebut hanya sekedar pelengkap saja. Dia bercita-cita PKK yang merupakan mitra pemerintah, mampu menjadi pionir dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, aktif di berbagai kegiatan sosial, dan mampu membangun karakter masyarakat di daerah tersebut, sesuai dengan Tupoksinya yang telah diatur melalui SK Menteri Dalam Negeri.

“Saya berharap PKK tidak sekedar jadi tempat kumpul-kumpul ibu-ibu saja atau tempat arisan saja, tapi mampu berbuat lebih banyak dan keberadaannya dirasakan oleh masyarakat,”ucap perempuan berusia 42 tahun yang juga pengusaha salon dan kos-kosan itu.

Lisda berangan-angan bahwa PKK itu mampu menjadi pendorong atas suksesnya pembangunan di Pessel yang berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Dia pun berharap PKK memainkan peran itu diluar pemerintah daerah. Dan sampai saat ini berhasil dibuktikan Lisda Rawdha. Mulai dari kegiatan sosial, keterampilan bagi remaja, dan kaum perempuan hingga di bidang kewirausahaan.

Tidak sekedar wacana, tangan dingin Lisda Rawdha terbukti sukses. Hingga sekarang, PKK telah menelurkan sejumlah kegiatan dan program populer yang pro rakyat. Program tersebut telah berhasil di eksekusi dan masyarakat pun menunggu program berikutnya.

Hj. Lisda Hendrajoni,  Ketua PKK Kabupaten Pesisir Selatan

“Usai dilantik saya bersama pengurus langsung menyusun program dan kegiatan sesuai dengan visi-misi PKK dan program tersebut berbasis kepada pemberdayaan serta kegiatan sosial,” tutur Lisda Rawdha saat di wawancara oleh Wirausaha & Keuangan, Sabtu (09/09).

Mantan pramugari Presiden itu menuturkan bahwa, di tahun pertama suaminya menjadi orang nomor satu di Pesisir Selatan, dia ikut turun langsung ke bawah untuk meninjau langsung kondisi kehidupan masyarakat untuk memetakan masalah. Hasil pemetaan itulah yang dia rangkum dan simpulkan menjadi sebuah program PKK yang tengah berjalan hingga saat ini.

“Tahun pertama saya turun langsung ke tengah-tengah masyarakat, ke kantong-kantong kemiskinan untuk mencari akar masalah dan memetakan masalah. Kesimpulan itulah yang kami rangkum menjadi program,”terang Ibu empat anak itu.

Pada tahun lalu, PKK memulai langkah awalnya dengan menggelar operasi bibir sumbing gratis dan sunatan massal, karena dia melihat cukup banyak penderita bibir sumbing di kabupaten yang terletak di pesisir barat pulau Sumatera itu.

“Saat kunjungan kami melihat cukup banyak penderita bibir sumbing, lalu kemudian kami data dan kami menggelar operasi bibir sumbing sekaligus sunatan massal,” terang jebolan Paska Sarjana Universitas Trisakti bidang transportasi tersebut.

Kegiatan operasi bibir sumbing itu berjalan sukses. Lisda pun melanjutkan dengan kegiatan berikutnya yaitu program “Bedah Rumah”. Program tersebut muncul lantaran dia menemukan begitu keluarga di Pessel menempati rumah yang tidak layak huni. Jumlahnya menyentuh angka enam ribuan.

Guna memastikan angka pasti, Lisda menggerakan pengurus PKK hingga ke tingkat ranting untuk mendata rumah penduduk yang tidak layak untuk ditempati. Angka yang cukup tinggi itu menjadi cikal-bakal lahirnya program Dunsanak Mambantu Dunsanak (DMD).

“Makanya kami dapati angka enam ribuan. Dan saat rapat dengan pengurus saya katakan bahwa PKK harus mengambil peran di situ karena anggaran pemerintah cukup terbatas untuk mengatasi rumah tidak layak huni itu. Kalau tidak segera diatasi akan menimbulkan masalah baru,” urai Lisda.

Lisda Rawdha harus memutar otak untuk menggerakan DMD karena anggaran Pemda yang cukup terbatas. Dia pun tidak segan turun langsung untuk mengumpulkan sumbangan.

Hj. Lisda Hendrajoni,  Ketua PKK Kabupaten Pesisir Selatan

“Setiap ada kegiatan kami badoncek dan menjalankan sumbangan. Bila terkumpul cukup untuk satu rumah, kami langsung bedah,” tutur wanita yang pernah meraih manusia bintang versi Rakyat Merdeka tersebut. Sembari menyebut bahwa DMD juga telah menyalurkan kursi roda, tongkat, dan kaca mata.

Namun, sumbangan yang dikumpulkan tidak signifikan. Lisda pun tidak kehabisan akal. Dia memutar otak agar DMD dapat membedah rumah lebih banyak lagi. Agar terlaksana, Lisda menghubungi koneksi lama dan jejaring yang dia punya ketika masih aktif di perusahaan penerbangan Garuda dan saat berkiprah di dunia modeling dan keartisan.

“Saya kontak sahabat-sahabat dan relasi-relasi lama. Kami bikin proposal, kami kirim juga ke perusahaan-perusahaan,”terang Lisda menceritakan proses DMD berdiri dan menjalankan program bedah rumah tersebut.

Tidak cukup sampai di situ, Lisda pun mengontak sebuah yayasan Saleema Foundation di Amerika Serikat lewat temannya. Yayasan tersebut tertarik dengan proposal yang diajukan Lisda yang mmebuat direktur yayasan tersebut menyambangi Pesisir Selatan untuk melihat langsung kondisi masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, Saleema Foundation menerima proposal kami dan mereka sudah dua kali ke sini (Pessel) dan mereka bersedia membantu,” bebernya.

Dari 300 unit rumah yang diajukan Lisda untuk dibedah, Saleema Foundation menyanggupi 250 unit. Namun, sambung Lisda 250 unit yang akan dibedah itu dilengkapi dengan sanitasi, kamar mandi, dan kipas angin.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan. Janji mereka dalam September ini sudah mulai. Data-data udah lengkap, perencanaan pun sudah selesai,” ucap wanita yang kini juga sedang mengikuti perkuliahan program doktoral tersebut.

Tidak hanya sampai di situ, dalam waktu bersamaan, PKK juga berhasil menggandeng Yayasan Sequish untuk membantu penyandang disabilitas di Pesisir Selatan. Puluhan kaki dan tangan palsu berhasil disalurkan Sequish melalui PKK.

“Tahap pertama kami telah menyalurkan puluhan kaki dan tangan palsu kepada penyandang disabilitas dan dalam tahun ini Sequish akan menyalurkan tahap kedua, sekarang dalam proses pendataan,” sebut dia.

Untuk menunjang kehidupan penyandang disabilitas, menurut wanita murah senyum ini, PKK Pessel pun berhasil membuat program berobat gratis bagi mereka. Tidak hanya penyandang cacat saja, tapi juga anak yatim.

“Sekarang di Pessel penyandang disabilitas dan anak yatim berobat gratis alias tidak dipungut bayaran sepeser pun tanpa perlu menggunakan kartu-kartu,” kata Lisda.
Ke depan, lanjut dia, program tersebut dikembangkan lagi dan akan menyasar kepada keluarga miskin dan kurang mampu.

Seperti yang dikatakan Lisda di atas, bahwa kegiatan PKK tidak hanya berkutat di bidang sosial saja, tapi PKK juga terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, menggerakan ekonomi kecil dan membangun karakter masyarakat.

Untuk mencapai hal tersebut pada tahun lalu Lisda menggelar pelatihan pramu wisata dan pelatihan kepramugarian kepada para remaja di Pessel. Agar pelatihan tersebut efektif, Lisda mengundang pramugari Garuda sebagai pemateri. Pelatihan tersebut tanpa dipungut biaya.

“Kami juga ingin mengadakan berbagai pelatihan seperti tahun lalu ada pelatihan pramu wisata dan pramugari agar para remaja kita punya skill dan keterampilan untuk modal dasar dalam menyongsong masa depan,” beber Lisda.

PKK pun giat mempromosikan kawasan wisata Pessel ke dunia luar. Mereka melakukan promo di berbagai media dan sosial media. Selain itu, PKK juga aktif menggelar berbagai festival untuk merangsang wisatawan agar berkunjung ke daerah yang berjuluk negeri sejuta pesona tersebut. Mereka pun merangkul artis-artis sebagai ikon.

“Kebetulan dulu semasa aktif sebagai model banyak berteman dengan artis. Dan Alhamdullilah teman-teman saya itu ikut membantu mempromosikan Pessel ke tingkat nasional dan manca Negara,” ucapnya bersyukur.

Pada bulan Ramadhan lalu, PKK juga terlihat mengumpulkan kaum perempuan untuk dibekali keterampilan membatik. Puluhan ibu rumah tangga pun hadir menyerap ilmu yang diberikan oleh instruktur dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Kegiatan ini disambut antusias oleh para ibu rumah tangga, PKK pun kembali mengulang kegiatan serupa dua bulan berikutnya.

PKK tidak sekedar memberikan ilmu, tapi komunitas ibu-ibu itu juga menghibahkan peralatan membatik kepada peserta pelatihan seperti kompor, canting, dan lainnya. Mereka bekerja sama dengan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).

“Ini merupakan program jangka panjang. Nantinya peserta akan kami bina dan akan melahirkan UKM dan IPEMI bersedia memasarkan produk batik hasil kerajinan mereka,” ujar Lisda bersemangat.

PKK Pesisir Selatan juga mengundang ustad dan ustazah ke tempat mereka untuk memberikan siraman rohani kepada masyarakat, khususnya kepada kader PKK yang didominasi oleh kaum perempuan itu.

Menurut Lisda, kegiatan PKK Pessel sangat banyak dari sosial, pemberdayaan masyarakat, ekonomi kecil, penyuluhan, dan keagaman. “Setiap Ramadhan kami bagikan takjil dan buka bersama dengan anak yatim. Jadi PKK itu tidak hanya mengurus dunia saja, tapi juga akherat,” kata Lisda mantap. (averosa.djalil)

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari