Tanggal Hari Ini : 25 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Anang Sujana, Mindset Luar Kotak
Kamis, 08 Desember 2016 03:40 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Ada yang menarik saat Kopdar di Kota Karawang, Jawa Barat pada tanggal 15 Oktober 2016 lalu.  Pemilik nama lengkap  Anang Sujana, pebisnis boneka asal Bekasi  ini berbagi pengalaman tentang bisnis yang membawanya sukses saat ini

Saat Pertama Kali ingin berbisnis, usai di PHK dari tempat bekerja yang menjadi kebanggaannya, Anang mencoba beberapa bisnis, namun keberuntungan belum berada di pihaknya. Suatu saat ia menemukan ide untuk berbisnis boneka. “Boneka adalah mainan anak-anak yang tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Semasih banyak anak-anak makin banyak pula boneka diperlukan,” ujarnya.
Memiliki pengalaman pernah bekerja di sebuah perusahaan milik orang Korea yang memproduksi boneka membuat Anang membuat Anang memahami cara memproduksi dan memasarkan boneka. Bermodalkan uang pesangon dari pabrik sebesar lima juta rupiah, Anang mendirikan usaha boneka merek ‘Hayashi Toys’ di Rawa Lumbu, Bekasi Jawa Barat.
Pemasaran boneka dilakukan secara door to door ke berbagai toko mainan anak-anak di kawasan Bekasi dan Jakarta.
Perjalanan bisnis yang dilakoni Anang tak semulus yang diharapkan. Pada awal usaha hingga beberapa tahun lamanya, produksi dan pemasaran boneka ke berbagai pelanggannya terus meningkat. Hayashi Toys menjadi merek boneka yang makin terkenal, dan memberikan keuntungan yang berlipat-lipat banyaknya. Namun, ketika bisnis mulai menggeliat dan tumbuh membesar krisis ekonomi yang melanda Indonesia menjadikan usahanya terseret arus krisis. Penjualan terhenti, pemasaran jatuh merosot, dan akhirnya menerpa usahanya. “Usaha kami akhirnya jatuh juga,” cetusnya.
Anang Sujana, Mindset Luar Kotak, Pengusaha boneka bekasi, Pekerja Keras dan CerdasTak patah arang, upaya untuk bangkit kembali pun dilakukan. Kali ini Anang harus bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih kuat dengan modal terbatas untuk berupaya bangkit kembali. Ia sadar setiap usaha yang tumbuh akan mengalami goncangan dan terpaan untuk mengujinya.
Ketika krisis ekonomi mulai membaik, Anang kali ini lebih siap. Permintaan dari berbagai toko mainan untuk produk boneka mengalir kembali, bukan hanya pesanan dari toko mainan di Kota Bekasi tetapi juga dari Jakarta dan kota besar lainnya. Bahkan kali ini permintaannya lebih banyak dari sebelumnya. Usaha boneka milik Anang kian berkembang, ia pun menambah mesin dan jumlah karyawan yang direkrut semakin banyak.
Untuk mensiasati lonjakan permintaan boneka yang terus meningkat, Anang mulai menggandeng rekan-rekannya yang pernah bekerja di pabrik boneka milik perusahaan Korea sebagai mitranya. Konsentrasi Anang focus pada distribusi produk dan pemasaran hingga dengan mudah diperoleh oleh pelanggan. Omzet usahanya sudah terbilang miliaran dalam sebulan.

Pekerja Keras dan Cerdas
Kesuksesan Anang mengelola usaha dan bangkit kembali dari keterpurukan adalah hasil dari doa, kerja keras dan cerdas. Jiwa mandiri dan keras yang ditanamkan sejak kecil menempanya menjadikan Anang seorang pengusaha yang tahan banting dalam kondisi zaman.
Pria kelahiran Bogor, 41 tahun yang lalu, ini sudah berpisah dengan orangtua sejak umur tujuh tahun. Pasalnya, sejak SD sampai SMP, ia tinggal di pesantren bersama kakaknya. Selepas dari pesantren, Sujana melanjutkan sekolah ke SMA dan tinggal bersama kakaknya yang lain.
Meski terpisah dari orangtua, anak ketiga dari lima bersaudara ini dididik secara keras oleh ayahnya yang seorang tentara. Meski kini sehari-hari bergaul dengan boneka, ia mengaku sejak kecil tidak suka boneka. Cita-citanya dari kecil adalah menjadi seorang polisi atau tentara seperti ayahnya. Namun, setelah lulus SMA, Anang malah memilih bekerja di Jakarta ketimbang melanjutkan pendidikan ke akademi tentara atau polisi.
Pertama kali, ia mencoba bekerja di perusahaan bahan bangunan PT Djabesmen. Tugasnya membersihkan sisa-sisa semen. Hanya empat bulan bekerja di Djabesmen, Sujana pindah ke PT Asiana Inti Industri, produsen boneka. Waktu itu, ia bertugas di bagian gudang. Namun, karena ingin mendapatkan pengalaman bekerja yang lebih banyak, Anang Sujana rela mengerjakan berbagai tugas tambahan, termasuk mencuci mobil dan membelikan makanan. “Jadi office boy pun saya mau, yang penting mendapatkan pengalaman dari bermacam orang,” tandasnya.
Sudah suratan, setelah lima tahun bekerja, Sujana menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Usaha untuk bekerja di sebuah perusahaan otomotif pun gagal meski sudah menjalani tes berkali-kali. Tapi, inilah yang justru menjadi momentum bagi Sujana untuk terjun di bisnis yang ia kenal. Ia yang awalnya berjualan bahan baku dan limbah boneka, keterusan menjadi pengusaha boneka yang sukses.

Anang Sujana, Mindset Luar Kotak, Pengusaha boneka bekasi, Pekerja Keras dan Cerdas

Anang Sujana saat berbagi Ilmu dan Pengalaman di Acara Kopdar UMKM


Jika kini Hayashi Toys menjadi salah satu perusahaan yang memproduksi boneka paling dikenal dan terbesar di Bekasi, dan produknya tersebar dan dijual di hampir semua kota di Indonesia, ini tak luput dari kerja kerasnya yang dilakukannya selama ini.

Mindset Luar Kotak
Salah satu kunci sukses Anang menggeluti bisnis adalah pemahamannya tentang mindset sukses yang benar. “Sukses dapat diraih oleh siapa saja yang mau. Siapa yang mau bekerja keras, dan mau sukses, Allah akan memberikan kesuksesan,” ujarnya.
Menurut Anang, banyak orang yang terbelenggu dengan ‘kotak-kotak’ yang memenjara dirinya, dan memiliki beribu alasan dari kegagalannya. Padahal ia berpesan agar kita dapat berfikir dan bertindak di luar kotak. Berfikir di luar kotak adalah selalu kreatif dan menemukan solusi dari setiap hadangan dan kesulitan yang ada.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari