Tanggal Hari Ini : 25 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Chef Kamal Arief, Menggugah Anak Muda Berbisnis
Senin, 28 November 2016 09:22 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Negara Indonesia yang besar ini membutuhkan lebih banyak anak-anak muda untuk menjadi pewirausaha handal, yang mau menciptakan dan menggeluti bisnis kreatif karena potensi dan peluangnya sangat besar. 

Menurut Kamal Arief, anak-anak muda harus mengisi peluang yang tersedia sangat luas saat ini, yaitu peluang menjadi seorang pewirausaha. Peluang menjadi pewirausaha sangat menjanjikan, selain dapat sukses secara materi, menjadi pewirausaha juga melatih setiap pelakunya memiliki sikap mandiri dan bermental berani.
Namun Kamal Arief berpesan, sukses tidak dapat diraih seperti membalikkan kedua tangan. Sukses harus diraih dengan kerja keras, tekun, sabar, telaten, dan mau belajar dari setiap kegagalan.
Dihadapan lebih dari 10 mahasiswa yang mengikuti pelatihan usaha di Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamal Arief mengajarkan usaha membuat aneka pastry dengan harapan para mahasiswa terpantik dapat mengembangkan dan menciptakan peluang usaha selepas kuliah nanti.

Menularkan Entrepreneurship
Bertahun-tahun Kamal Arief bekerja sebagai chef di berbagai hotel berbintang di Bandung. Berpindah dari satu hotel ke hotel berbintang lainnya. Sebagai chef, Kamal Arief telah piawai mengembnagkan dan menyajikan menu internasional. Tetapi Kamal juga memiliki keahlian di bidang pastry (aneka kue-kue) yang unik dan berkualitas tinggi.
Suatu saat Kamal mencoba membuat usaha kecil-kecilan di rumahnya. Produk yang dijual adalah pastry, karyanya. Berbeda dengan pastry lainnya yang ada di Bandung, pastry karyanya dibuat setara dengan kualitas dan citarasa hotel bintang lima. Jauh berbeda dengan produk pastry produksi rumahan lainnya.
Awalnya, Kamal Arief khawatir segmen pasar yang ada di sekitar rumahnya kurang merespon produknya. Namun ia justru heran dengan respon besar yang luar biasa. Saat itu, ketika tahun 1998, ketika krisis moneter sedang hebat-hebatnya. Ia yang bekerja sebagai chef di Hotel Hyatt Bandung terpaksa di rumahkan karena tamu hotel sedang sepi-sepinya. Pada saat itulah Kamal mulai berfikir apa yang dapat ia lakukan dengan kemampuan dan keahliannya. Selama dalam masa ‘dirumahkan’ tersebut, ide Kamal membuka usaha pastry di rumah mulai dicobanya.

Chef Kamal Arief, Menggugah Anak Muda Berbisnis, Menularkan Entrepreneurship, Motivasi Berwirausaha, Fokus di Bisnis

Pastry Keberuntungan
Sebagai chef dan ahli pastry dari Hotel Hyatt Bandung, Kamal mahir benar bagaimana membuat pastry yang berselera tinggi. Ia memilih Tiramissu sebagai produk yang diunggulkan untuk dijual, sedangkan kue-kue lainnya hanya sebagai pelengkap saja. Ia masih teringat ketika membuka gerai usaha di rumahnya, ia sengaja mengundang teman-teman sekantor dan relasinya untuk hadir. “ Responnya luar biasa. Kami kebanjiran tamu sejak hari pertama usaha di buka. Teman-teman sangat mensupport dan mengatakan bahwa pastry buatan saya sangat istimewa,” ujarnya. Agar memiliki brand, Kamal memberi nama gerainya dengan gerai “Tiramissu Cake Shop”. Nama ini diambil dari nama produk yang diunggulkan oleh Chef Kamal yaitu Tiramissu.
Pesanan pertama datang dari teman-temannya sendiri, tetapi tak lama kemudian menyebar kepada para relasinya yang sudah mulai percaya dengan memesan dalam jumlah yang lumayan banyak, mencapai 1.000 buah untuk acara pernikahan. Lalu para tamu lainnya yang mulai berdatangan ke gerainya mulai tertarik dan akhirnya menyebar dari mulut ke mulut.
Awalnya semua dilakukan berdua dengan sang istri, namun seiring dengan jumlah tamu dan pesanan pastry yang mulai banyak ia mulai merekrut beberapa karyawan untuk membantunya, seperti bagian pengantaran pesanan, pengepakan, dan melayani pelanggan yang datang ke gerainya. Meski sudah dibantu beberapa karyawan, kadang Kamal harus turun sendiri dengan mengantar pesanan menggunakan vespa kesayanggannya kepada pelanggan.

Fokus di Bisnis
Ketika krisis ekonomi mulai mereda dan tamu-tamu Hotel Hyatt Bandung mulai ramai kembali, Kamal memutuskan untuk fokus mengelola bisnis sendiri yang sudah dijalankan dan memilih mundur dari pekerjaan formalnya. ‘Enam belas tahun bekerja sebagai chef di hotel saya kira sudah cukup, saya memutuskan untuk bekerja mandiri sebagai wirausahawan,’cetusnya.
Pilihan untuk fokus terhadap bisnis yang ia dirikan ternyata membawa dampak yang sangat bagus bagi pengembangan usahanya. Dalam waktu kurang dari 2 tahun usaha yang diirikan Chef Kamal berkembang sangat pesat. Ia mengaku ada beberapa kendala yang ditemuinya, namun menurutnya kendala-kendala tersebut tidak berpengaruh besar pada usahanya. Soal modal misalnya, ia harus menunggu cukup lama merealisasikan idenya untuk membuat gerai yang representative dan memadai seperti yang ia idam-idamkan.
Ia awalnya ingin memiliki gerai dengan parkir yang luas, serta representative, namun dengan segala keterbatasan dan modal yang ada ia akhirnya merenovasi rumah yang ia tinggali menjadi sebuah gerai usaha sesuai konsep yang dicita-citakan, yaitu dapur terbuka (open kitchen), tempat yang cukup, dan sebuah cake shop. Sejak itulah gerai Tiramissu Chef Kamal ini mulai berdiri.
Gerai itu kemudian dikembangkan lagi di lokasi yang berhadapan dengan lokasi sebelumnya, dengan konsep open kitchen, parkir yang cukup, serta sebuah cake shop dengan citarasa hotel bintang lima. Di bagian atas, ia membuka mini restaurant serta kelas untuk kursus memasak yang diselenggarakan secara regular di tempat ini. Soal kursus memasak ini Kamal memiliki alasan sendiri untuk melakukannya. Ia merupakan anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai guru, dan sebagian besar dari saudara dan keluarganya adalah seorang guru. “Saya meskipun bukan seorang guru, tetapi dengan mengajar memasak di sebuah kelas kursus memasak seperti ini saya sudah merasa sebagai seorang pendidik. Toh intinya sama, sama-sama mengajar,”cetusnya.

Motivasi Berwirausaha
Pengalamannya sebagai chef di sebuah hotel berbintang, serta kegiatannya membuat usaha sendiri dan mengembangkannya menjadi hal yang menarik bagi rekan-rekan seprofesinya. Kamal seringkali memberikan wawasan kepada teman-temannya agar menekuni profesi yang dijalani dan suatu saat mampu mengembangkan keahliannya dalam bisnis sendiri.
“Potensi yang kita miliki harus kita kembangkan. Bagi seorang chef, potensi untuk menjadi pewirausaha sangat terbuka lebar, karena kita memiliki kehlian yang tidak dimiliki oleh orang lain,”cetusnya.
Kamal Arief telah membuktikan, berbisnis tidak seperti yang ia perkirakan, rumit dan menakutkan. Bisnis bisa berawal dari modal yang ia miliki, yaitu keahliannya membuat pastry. Soal modal ia tak terlalu memilikirkannya. Setelah bisnisnya berjalan dengan baik ia merasa uang seperti datang sendiri.

Berinvestasi
Berbisnis dengan benar, dan berinvestasi yang tepat akan menghasilkan sinergi percepatan kekayaan yang luar biasa.
Chef Kamal, pria pemilik usaha Tiramisu Cake Shop & Catering yang beralamat Jl. Sawah Kurung IV No. 15 Bandung ini memiliki pengalaman yang sangat inspiratif tentang bagaimana menjalankan bisnis mulai dari nol, dan secara bersamaan melakukan investasi sehingga meningkatkan asset dan kekayaan lebih cepat dan lebih besar.
Menurut Chef Kamal (45), ketika pertama kali memutuskan untuk berbisnis sendiri pada tahun 2003 sebenarnya ia tidak memiliki modal yang cukup untuk mengawalinya. Langkah yang ia tempuh saat itu adalah menjual mobil satu-satunya yang ia miliki sebagai modal untuk memulai usaha.
Meski tidak memiliki modal yang cukup, namun usaha sendiri yang dirintisnya sejak lima tahun sebelumnya ketika masih bekerja sebagai chef disebuah hotel bintang lima di Bandung telah memiliki cashflow yang baik, artinya cukup dapat diandalkan sebagai bisnis meskipun saat itu masih kecil-kecilan. Produk yang dijual antara lain tiramisu, cheese cake dan aneka makanan ringan lainnya. Ketika Chef Kamal benar-benar akan berbisnis sendiri setidaknya pijakan bisnisnya sudah kuat karena bisnis yang dijalankan adalah kegiatan keseharian atau kegiatan yang sama dengan yang mereka lakukan selama bekerja di hotel.
Uang hasil penjualan mobil digunakan untuk memperbaiki rumahnya yang berada di Jalan Sawah Kurung IV sehingga dapat digunakan menjadi gerai usaha yang memadai. Meski berada di lokasi yang strategis atau berada di jalan utama, namun pelanggan yang datang cukup banyak. Penjualan tiramisu, cheese serta pesanan kue lainnya meningkat pesat. Saat itu semua pekerjaan masih dijalankan sendiri dan hanya dibantu oleh beberapa karyawan, dan baru beberapa waktu kemudian jumlah karyawannya ditambah karena jumlah pesanan semakin meningkat.
Ia sendiri kemana-mana masih naik vespa kuno, dan memodifikasi vespanya menjadi kendaraan antar pesanan yang efektif, jumlahnya semula 1 buah vespa tetapi kini jumlahnya mencapai 5 buah vespa. Vespa sendiri bukan hanya semata sebagai alat transportasi tetapi juga menjadi barang investasi. Karena harganya semakin lama semakin mahal, bandingkan dengan motor biasa yang semakin lama semakin menurun harganya.
Setelah menghitung-hitung usaha yang mulai memberikan keuntungan, Chef Kamal memutuskan membeli sebuah rumah dua lantai yang tidak jauh dari rumahnya untuk digunakan sebagai gerai dan rumah produksi yang lebih besar dan memadai. Lima tahun lalu ia membeli rumah seharga Rp800 juta, dan saat ini rumah tersebut sudah meningkat nilainya menjadi Rp 5 miliar. Apakah lima tahun lalu ia membeli secara tunai? Tidak, ia membeli secara mencicil dari usaha yang dijalankan.
Di lokasi yang baru tersebut, selain dijadikan gerai dan rumah produksi juga dibangun tempat kursus kuliner, juga kost-kostan sehingga memberikan income tambahan. Di tempat kursus ini diselenggarakan kegiatan kursus memasak/kuliner yang diselenggarakan setiap hari sabtu dengan biaya per orang per sekali datang sebesar Rp500 ribu- Rp1 juta per orang. Jumlah peserta kursus yang datang bisa mencapai 4-8 orang per minggu, bahkan kadang-kadang mencapai puluhan orang. Bagi yang berminat silakan kontak di Tiramisu Cake Shop & Catering, Jl. Sawah Kurung IV No. 15 Bandung 40252, Indonesia. Ph. (022) 5223602 Fax. (022) 5224627. E-mail : tiramisu@tiramisu-chefkamal.com Website : www.tiramisu-chefkamal.com .

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari