Tanggal Hari Ini : 25 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Lusi Efriani, Boneka Buatan Narapidana
Selasa, 23 Agustus 2016 02:56 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

(Bagian 1)

 

Jumlah narapidana Indonesia termasuk 10 besar terbanyak di dunia. Namun jumlah narapidana yang besar bukan berarti negeri ini banyak orang jahat tetapi karena populasi penduduknya besar maka meski Prison Population Rate (jumlah napi tiap 100.000 penduduk) Indonesia hanya 67 (bandingkan dengan PPR Singapura yang mencapai 219) dengan kata lain dari 100.000 orang Indonesia hanya 67 yang jahat, maka jumlah akumulatif penghuni hotel prodeo di Indonesia termasuk besar. Amerika termasuk negeri dengan tingkat PPR mencapai 693, Thailand memiliki PPR sebesar 468.
Meski memiliki PPR relative masih kecil, namun tingkat hunian lembaga pemasyarakatan (lapas) /rumah tahanan (rutan) di Indonesia mencapai 149,2 % dari kapasitas yang ada. Kondisi ini tentu sangat tidak nyaman dan tersiksa.
Dilihat dari jenis kelaminnya penjara di Hongkong 20,5 % dihuni oleh para wanita, sementara di Indonesia dari total tahanan, narapidana wanita mencapai 5,1% atau sebanyak 8.886, dari total narapidana sebanyak 173.713 orang
Para narapidana ini sebenarnya memiliki potensi yang besar, namun tidak semua pihak dapat berinteraksi dan menggunakan sumberdaya tersebut karena berbagai keterbatasan. Salah satu faktor keterbatasan tersebut adalah soal keamanan.
Sebagai sosialentrepreneur, Lusi Efriani mencoba menggali potensi dasar dari para narapidana khususnya para narapidana wanita untuk tetap memberikan motivasi dan semangat agar dapat menyelesaikan masa tahanannya dengan baik sehingga dapat kembali menjadi anggota masyarakat normal seperti biasanya, dan memiliki harapan hidup yang lebih baik jika kelak keluar dari penjara.
Lusi Efriani, Boneka Buatan Narapidana“Saya prihatin melihat begitu banyak penghuni penjara wanita kehilangan masa depannya. Seharusnya mereka harus tetap kita perlakukan sebagai manusia yang memiliki masa depan agar mereka menjadi manusia lebih baik jika telah keluar dari penjara,” ujar pendiri Yayasan Cinderella From Indonesia Center.
Lusi pun berfikir apa yang dapat diperbuat dengan begitu banyak wanita-wanita yang malang ini dalam penjara.
“Jangan sampai mereka menghabiskan waktunya hanya dengan tidur-tidur dan kegiatan yang tidak bermanfaat, terlebih tidak sedikit bagi mereka yang terjerat dalam ketergantungan obat-obatan terlarang, justru di tempat yang paling terisolir, yaitu di dalam penjara,” cetusnya.
Suatu hari di tahun 2013 ia mencoba mengajukan diri kepada Kepala Lapas Wanita di Batam untuk memberikan pembekalan ketrampilan bagi para narapidana wanita yang ada di kota tersebut.
Pada awalnya ia hanya ingin memberikan motivasi agar para narapidana khususnya narapidana wanita tegar dan memiliki motivasi hidup untuk bangkit kembali selepas dari penjara. Namun memberikan motivasi saja tidak cukup. Perlu ada kegiatan kongkrit yang dapat dilakukan sekaligus sebagai penghibur kejenuhan para narapidana wanita dalam penjara.
Tercetuslah ide membuat boneka. Ia menyiapkan bahan-bahan, mengajarkan cara pembuatannya, dan menjual boneka hasil karya para narapidana tersebut kepada masyarakat. Boneka yang dibuat adalah replika boneka Barbie yang dibalut dengan busana khas Indonesia, yaitu batik.
Boneka Barbie ini diperkenalkandan dipromosikan di berbagai pameran, bahkan karya-karya para narapidana ini juga dijual di Singapura, Brunai, Malaysia bahkan di Amerika dan Australia.
“Peminatnya kebanyakan ekspatriat. Banyak warga asing yang tertarik dan berminat memiliki replika boneka Barbie dengan balutan busana batik ini. Selain kualitasnya tidak kalah, harganya yang berada dalam kisaran Rp125.000 – Rp200.000 termasuk murah jika dibandingkan dengan boneka Barbie asli yang berada pada kisaran harga Rp 800 ribuan. Apalagi ini charity,” ujar Lusi.
Hasil yang diperoleh dari penjualan boneka Barbie ini digunakan sebagian untuk membayar upah kerja kepada para narapidana yang mengerjakannya, sebagian digunakan untuk membiayai kegiatan Yayasan Cinderella From Indonesia agar para penghuni penjara makin produktif dan bersemangat memulai hidup baru jika kelak sudah keluar dari penjara.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari