Tanggal Hari Ini : 16 Dec 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Abdul Haris, Impian Yang Tersirat dari Program Magang di Jepang
Senin, 22 Agustus 2016 07:06 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Nama saya Abdul Aris (27), asal Desa Langkap, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah. Sekarang saya adalah peserta Program Magang (bekerja sambil belajar) di Jepang, tepatnya di Perusahaan Kaneko Seishakusho, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang machining/pembubutan untuk onderdil mobil.
Saya ingin bercerita sedikit tentang kisah saya, kenapa saya bisa menjadi Kenshusei/Peserta Program Magang ini di Jepang. Apa yang saya lakukan di Negeri Sakura ini, dan impian saya kelak setelah pulang dari Jepang.
Banyak faktor yang mendorong saya ingin ke Jepang. Pertama, jelas karena soal keuangan. Saya anak pertama, dan ingin sekali membahagiakan keluarga dan memberikan dukungan agar keluarga memiliki perekonomian yang cukup dan sehat. Kedua, saya pernah bekerja di sebuah perusahaan pembubutan, namun karena ingin mendapatkan pengalaman yang lebih luas lagi, saya memutuskan ingin bekerja dan mencari pengalaman di negeri orang. Meskipun saat itu, karir dan gaji saya sudah terbilang cukup dan lebih besar dari karyawan lainnya. Alasan ketiga, saya penasaran dengan negara Sakura yang terkenal bersih dan masyarakatnya memiliki disiplin amat tinggi.
Melalui berbagai proses test dan pelatihan selama lebih kurang satu tahun akhirnya saya bisa juga berangkat ke Jepang. Tepatnya akhir Pebruari 2014 saya berangkat meninggalkan Indonesia mengadu nasib dan belajar di negeri orang.
Sebelum masuk dan bekerja di perusahaan Jepang, saya harus menjalani lagi berbagai pelatihan di salah satu pusat pelatihan di Jepang. Di sinis saya harus belajar lagi tentang budaya Jepang, cara makan, cara mandi dan berbagai pengetahuan yang terkait dengan keseharian masyarakat Jepang.

Program Magang di Jepang, Kenshusei/Peserta Program Magang ini di Jepang

Setelah dinyatakan lulus mengikuti berbagai pelatihan tersebut barulah saya dikirim ke perusahaan yang saat ini saya bekerja. Di sini saya harus cepat beradaptasi di lingkungan tempat kerja saya yang baru ini. Alhamdulillah dengan bekal pengalaman sewaktu bekerja di Indonesia, saya tidak mengalami kesulitan untuk beradaptasi segera. Tetapi agak kaget dengan musim dan suhu udara di Jepang yang jauh berbeda dengan Indonesia.
Di Jepang, saya tidak hanya semata-mata bekerja, tetapi juga belajar. Belajar tentang budaya Jepang, belajar tentang bahasa Jepang, belajar tentang watak orang-orang Jepang, dan masih banyak lagi yang harus saya pelajari di sini. Tetapi yang paling penting saya belajar tentang entrepreneurship di sini, tentang bagaimana mengelola usaha, manajemen karyawan dan berbagai hal terkait dengan dunia usaha.
Sambil belajar dan bekerja saya diberikan tunjangan per bulan sebesar Rp15 juta, dikurangi biaya penginapan/kost, listrik, air, serta pajak penghasilan. Kira-kira bersihnya Rp9 juta belum termasuk dikurangi biaya makan dan keperluan sehari-hari. Kalau ada sisa baru disimpan atau dikirimkan untu keluarga. Biaya hidup di Jepang sangat berbeda dengan di Indonesia, sangat mahal. Sebagai gambaran, untuk biaya makan dengan menu sederhana biayanya bisa menghabiskan Rp3-4 juta perbulan. Sebagai gambaran harga tempe dengan ukuran yang sama di Indonesia harganya Rp2 ribu, sementara di Jepang harganya Rp35 ribu. Saya harus bisa belajar dan hidup hemat di sini.
Impian saya setelah datang ke Jepang ini sebenarnya sederhana. Saya ingin membahagiakan orangtua dan keluarga. Saya berharap setelah memiliki pengalaman bekerja di Jepang saya berkeinginan membuka usaha sendiri di Indonesia, dan membuka lapangan kerja minimal buat saya sendiri dan keluarga, setelah itu mungkin juga buat teman-teman, dan tetangga di kampung.
Kelak saya harus menjadi orang yang berbeda antara sebelum datang dan sesudah pulang dari Jepang. Banyak pengalaman dan pembelajaran yang baik yang dapat kami terapkan dalam membangun usaha sendiri usai pulang dari Jepang. Saya belajar tentang kerja keras, disiplin dan keinginan untuk maju.
Saya salut dan bangga dengan filosofi yang hamper tertanam di benak semua orang Jepang. Bagi mereka sukses itu bukan sebuah mimpi, tetapi dapat diwujudkan menjadi kenyataan, asal mau berusaha dan bekerja keras untuk mencapainya.
Dan sukses itu, tentu juga bisa menjadi hak saya jika saya memperjuangannya. Semoga impian saya ini dikabulkan Allah yang Maha Kuasa, dan berharap pembaca majalah ini mendoakan selalu untuk kesuksesan saya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari