Tanggal Hari Ini : 19 Apr 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
DUKUNGAN BRI JAMAL SEMAKIN BERSEMANGAT MENGELOLA BISNIS PERABOTAN DARI KAYU
Senin, 20 Mei 2013 13:22 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Perabotan  yang terbuat dari bahan kayu saat ini telah menjadi  barang mewah.  Produk perabotan seperti  lemari, meja, kursi,  vas bunga, asbak, serta tempat tisu dan jenis perabotan  rumah tangga lainnya yang terbuat dari kayu harganya relative lebih mahal dari bahan plastik.  Hal itu disebabkan karena harga bahan baku berupa kayu saat ini sudah mulai langka, dan relative mahal harganya.
    Bagi  Abdul Salam (41) yang memiliki nama panggilan Jamal, asal Desa Seunebok  Seumawe, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen, Banda Aceh   ini,  masyarakat menginginkan produk perabotan rumah tangga  yang berkualitas dari bahan kayu namun tetap dengan harga terjangkau. Saat itulah Jamal mencoba menggunakan bahan-bahan kayu limbah untuk dibuat  berbagai macam produk perabotan rumah tangga berkualitas tinggi.

Limbah Kayu
    Bahan kayu yang digunakan untuk membuat produk perabotan  tersebut  adalah sisa dari potongan-potongan kayu yang  tidak terpakai. Limbah kayu tersebut dibuang, baik karena bentuknya yang tidak simetris sehingga tidak terpakai  lagi, atau karena sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, seperti akar pohon yang tidak terpakai, potongan serpihan kayu, dan lain-lain.  
    Sebagian besar limbah-limbah kayu diperoleh secara gratis, dan sebagian limbah kayu lainnya berupa akar kayu dari pohon besar hasil digali dan membutuhkan biaya tenaga kerja untuk mendapatkannya.
    Menurut Jamal, jenis limbah kayu yang memiliki kualitas bagus untuk digunakan perabotan adalah limbah kayu Meranti dan kayu Mane. Kayu Mane memiliki tekstur kayu yang berat, kuat dan berwarna kehitam-hitaman. Tanpa diplitur atau divernis kayu Mane akan terlihat halus dan mengkilat.

Limbah Kayu, Dukungan BRI , mengelola bisnis perabotan dari kayu, produk perabotan dari  limbah kayu

Dukungan BRI   
    Usaha yang didirikan sejak tahun 2004 bersama kakak dan adiknya ini sempat berhenti berproduksi  tahun 2006 karena peristiwa tsunami yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. Namun usahanya kemudian dilanjutkan lagi dengan berbagai keterbatasan sumberdaya yang ada.
    “Di saat-saat kesulitan seperti itulah, BRI mengulurkan tangan dengan mengajaknya mengikuti pameran produk-produk kerajinan di sebuah pa-meran di Banda Aceh,” ujar suami dari Nur Masitah ini.
     Beberapa waktu lalu, Jamal juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pameran produk kerajinan di Jakarta. Pameran ini ia manfaatkan semaksimal mungkin untuk mempromosikan produk-produknya.
    Saat ini produk-produk Jamal  dapat dengan mudah diperoleh di Jakarta karena ada agen pemasaran yang berkedudukan di Bogor, Jawa Barat.  Agen inilah yang membantu memasarkan produk-produk perabotan hasil karya Jamal untuk  Jakarta dan sekitarnya.  Adapun harga produk berkisar  dari Rp25 ribu hingga jutaan per buahnya,  tergantung dari produk yang diinginkan, serta waktu pengerjaan.
    Menurut Jamal, ada jenis kursi anti  yang dibuat hingga 14 hari lamanya. Adapun bahan yang digunakan berupa limbah akar kayu Mane yang diperoleh di hutan dengan waktu untuk menggali  dan menggambilnya membutuhkan waktu hingga 4 hari lamanya. Produk tersebut setelah jadi produk ia jual Rp3 juta.
    Saat ini dengan  5 orang  karyawan yang terlibat dalam usahanya, Jamal  ingin terus eksis mengembangkan bisnis ini  di masa-masa mendatang.  Kakaknya, Jamil  yang merintis usaha ini sehari-hari bertugas sebagai peng-rajin yang membuat motif dan disain produk-produk, sedangkan istrinya Nur Masitah membantu melakukan finishing  produk, dibantu dengan dua orang karyawan lainnya.
    Sedangkan  ia sendiri bertugas memasarkan produk  dan mencari bahan baku dari limbah-limbah kayu yang akan digunakan untuk membuat aneka produk.
    Perkenalannya dengan Bank BRI membuat Jamal makin bersemangat mengelola bisnis perabotan dari limbah kayu. Menurut Jamal semakin banyak masyarakat yang menyukai produk-produk perabotan seperti kursi, lemari dan tempat tidur/ranjang dari bahan-bahan limbah kayu bekas, karena bentuknya yang unik dan merupakan produk seni yang berestetika tinggi.
    Untuk mengembangkan usahanya, Jamal pernah mendapatkan kredit  dari BRI sebesar Rp10 juta dari BRI Bireuen, Aceh. Uang itu digunakan untuk membeli bahan-bahan dan peralatan kerja seperti  mesin bubut, dan lain-lain.
    Untuk menghemat biaya, ia sengaja merakit sendiri mesin bubut tersebut sehingga mendapatkan harga yang murah.  
    Bagi anda  yang tertarik dan ada yang ingin mendapatkan berbagai produk  perabotan dari  limbah kayu yang dibuat Jamal  silakan  meng-hubungi telepon 085260309392 dan HP 085372449911.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari