Tanggal Hari Ini : 16 Dec 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
ROY SHAKTI, BISNIS MODAL KARTU KREDIT
Jumat, 17 Mei 2013 08:42 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Bagi para pengguna kartu kredit di Indonesia, nama Roy Shakti pasti sudah tidak asing lagi. Yup, pria asal Malang ini sudah terkenal sebagai pakar kartu kredit No.1 Indonesia berkat keahliannya memberi solusi bagi mereka yang terjebak dengan permasalah kartu kredit.
    Roy juga dikenal sebagai pendiri Credit Card Revolution, sebuah komunitas pengguna kartu kredit terbesar di Indonesia, yang dari waktu ke waktu semakin berkembang. Hingga saat ini sudah ribuan member yang tergabung di dalamnya. Namun, semua itu dimulai dengan perjuangan yang sangat berat tanpa kenal lelah.
    Perkenalan pria yang lahir pada bulan November 1976 ini dengan kartu kredit dimulai bertahun-tahun yang lalu. Perkenalan dengan kartu ajaib yang semula berjalan baik-baik saja, justru berubah menjadi bencana, ketika kartu plastik ini mulai memperbudaknya.
    Ia harus bekerja mati-matian hanya agar beliau bisa melunasi hutang-hutang tagihan kartu kreditnya. Hal itulah yang membuat Roy begitu dendam dengan kartu ajaib ini, dendam yang membuatnya berjanji untuk membantu orang lain agar tidak menjadi budaknya.
    Ia telah melihat, mendengar, bahkan mengalami sendiri, bagaimana banyak orang yang menderita karna kartu kredit. Keluarga menjadi tak harmonis, harus kabur sana-sini untuk menghindari debt collector, hingga sampai kehilangan nyawa.  
    Maka ambisinya semakin membuncah. Mulailah Roy bergerilya, mencari tahu bagaimana agar bukan kita yang menjadi budak kartu kredit melainkan menjadikan mesin pencetak uang bagi anda.
    Sekarang, mungkin tidak ada orang yang segila Roy Shakti dalam menggunakan kartu kredit. Dalam setiap perjalanan hidupnya, ada peran kartu ajaib ini, misal nikah dengan modal kartu kredit, beli kebutuhan hidup dengan kartu kredit, bahkan membeli rumah dan membayar biaya persalinan istri menggunakan kartu kredit.
    Namun, itu tidak jadi masalah baginya, karena ia sudah tahu bagaimana cara menjinakkan kartu kredit. Dan sekarang ia berkeliling seluruh Indonesia untuk mengajarkan tentang seluk beluk kartu kredit melalui Credit Card Revolution, training school yang ia dirikan untuk mewujudkan ambisinya. Ambisi untuk membantu pengguna kartu kredit agar tidak dibutakan oleh kartu milik mereka. Tak terhitung, berapa banyak orang yang terbantu berkat mengikuti programnya.

Roy shakti, credit card revolution

Pengalaman Sendiri
    Seperti yang disebut diatas, Roy Shakti mendirikan Credit Card Revolution akibat pengalaman buruk dan baik dengan menggunakan kartu kredit di masa lalu. Bagaimana ia  begitu senang ketika mendapatkan kartu kredit pertamanya (HSBC) dengan limit hanya sebesar Rp3 juta. Hingga akhirnya ia mempunyai 7 kartu kredit. Sayangnya, saat itu tagihan kartu kreditnya telah mencapai Rp210 juta.
    Roy berpikir dalam hatinya, bagaimana bisa hutangnya yang berasal dari kartu kredit begitu besar? Ternyata ini karena ketidaktahuannya. Selama ini Roy membayar tagihan kartu kreditnya hanya dengan membayar minimum paymentnya saja. Ia tidak tahu jika bank menerapkan bunga berbunga untuk tagihan yang tak terlunasi. Hasilnya, dari hari ke hari jumlah bunga yang harus dibayar justru melebihi utang pokok.
    Dari situlah, ia mulai mencoba belajar, bagaimana supaya bisa menghandle kartu kredit miliknya. Roy Shakti, mulai mencari info sebanyak mungkin dari satu mentor ke mentor lain. Hingga akhirnya ide Credit Card Revolution itu lahir.

Titik Balik
    Setelah babak belur akibat hutang kartu kredit yang menumpuk, sebuah jalan pencerahan mulai sedikit terbuka untuk Roy Shakti ketika ia bertemu Tung Desem Waringin. Tepatnya bulan Fe-bruari 2009, ketika ia mengikuti seminar TDW di Surabaya.
    Setelah seminar itu, Roy ditawari untuk mengikuti seminar lanjutan dengan harga tiket Rp17 juta. Roy Shakti sempat berpikir dari mana ia bisa mendapat uang sebanyak itu, padahal dia tengah terlilit utang kartu kredit.
    Namun, akhirnya ia memutuskan untuk ikut. Baginya, sudah terlanjur basah, ya sudah, mandi sekalian saja. Kalau mau hancur ya hancur sekalian aja. Namun, seminar itulah yang merubah jalan hidupnya.
     Sebelum mengikuti seminar tersebut, ia  tak pernah sadar jika selama ini ia telah memanfaatkan kartu kredit untuk memulai usaha. Setelah sadar, bahwa ia telah memulai cara unik dalam memulai usaha, menggunakan kartu kredit. Hanya saja, sistem yang tidak mendukung yang membuat usahanya tidak berjalan lancar. Akhirnya, setelah mendapat pelatihan tentang sistem marketing, perlahan namun pasti usahanya mulai pulih. Dalam waktu 3 bulan, Roy bisa membayar hutang kartu kreditnya hampir separonya.

Roy shakti, credit card revolution

Percobaan yang Gagal
    Dengan keberhasilannya membayar setengah dari hutangnya, Roy Shakti mulai melirik peluang bisnis lainnya yang bisa menambah pendapatan. Bisnis pertama yang digeluti adalah bisnis forex. Awalnya hanya modal kecil, namun, begitu dirasa menguntungkan ia menambah modalnya berkali-kali lipat. Bagaimana hasilnya? Hancur total, hingga akhirnya ia harus menanggung utang kartu kredit Rp200 juta lagi. Namun bukan Roy Shakti namanya jika menyerah begitu saja.
    Untung bagi Roy Shakti, setiap beliau gagal, ia berasa mendekat ke orang-orang yang tepat. Orang-orang yang selalu optimis, dan itu ia dapatkan di EU (Entrepeneur University). Disana ia sadar, bahwa hutang yang dia miliki masih tidak seberapa dibandingkan teman-teman yang lain. Namun, Roy begitu takjub melihat orang-orang disana begitu santai dengan hutang yang berkali-kali lipat dari miliknya.

Lahirnya
Credit Card Revolution
    Roy Shakti sebelumnya telah diangkat menjadi mentor di EU, namun bukan khusus tentang kartu kredit, namun masalah bisnis saja. Namun, Roy ingin jadi mentor yang lebih berhasil. Ketika ia bertemu dengan guru besarnya, Tung Desem Waringin, kesempatan itu tak disia-siakan. Ia bertanya kepada TDW, dan dijawab dengan sangat sederhana, kalau ingin jadi mentor yang sukses dan mudah ya ceritakan pengalaman, terutama pe-ngalaman diri sendiri.
    Dari situlah Roy Shakti ingin memberikan mentor kartu kredit, karena itulah pengalaman yang ia kuasai. Karna kartu kredit telah menjadi sahabat sekaligus musuh baginya. Namun, ia bingung dengan nama mata pelatihannya, hingga akhirnya Tung Desem Waringin memperbolehkan untuk menggunakan kata revolution yang sudah menjadi trade mark TDW.
    Maka, sejak saat itu pula lahirlah Credit Card Revolution. Roy lalu membuat kurikulum sekaligus mencari ilmu baru yang nantinya bakal berguna untuk pelatihan baru ini.
    Credit Card Revolution oleh Roy Shakti dikembangkan sedemikian rupa hingga menjadi pelatihan yang handal. Pelatihan yang tidak hanya memberikan motivasi kosong, tetapi juga memberikan cara-cara untuk memanfaatkan kartu kredit anda.
    Hinnga saat ini CCR, begitu biasa Credit Card Revolution disingkat, telah memiliki angkatan hingga ratusan dengan member ribuan. Sehingga CCR tidak hanya menjadi sebuah pelatihan, namun juga sebuah komunitas dimana member-membernya bisa saling bertukar ide serta informasi terkait kartu kredit.

Modal dari Kartu Kredit
    Seperti yang dibicarakan sebelumnya, Roy Shakti telah berhasil menjinakkan kartu kredit hingga membuatnya bak mesin penghasil uang baginya. Telah banyak usaha yang berhasil dibuka hanya dengan memanfaatkan kartu plastik ini.
    Berikut adalah beberapa bisnis yang dibangun dengan modal kartu kredit: CV. Tri Tunggal Abadi: Sebuah perusahaan yang bergerak untuk menyediakan pakan, obat dan vitamin untuk burung. Produknya telah mendapat sambutan hangat dari para konsumen. Bahkan produknya tidak hanya bisa dirasakan di Jawa saja, melainkan sudah merambah hingga keluar pulau Jawa.
    Pabrik Sticker, Sebuah usaha yang didedikasikan khusus untuk memproduksi sticker yang berkualitas untuk segala keperluan yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jonas Homestay, Sebuah penginapan yang ada di Malang ini didirikan untuk memberi fasilitas bagi anda yang ingin beristirahat saat menikmati rekreasi di kota Malang dan sekitarnya. Kliennya tidak hanya turis lokal, namun juga turis asing. Crispy Crab Resto, Sebuah restaurant di Malang yang menyediakan aneka seafood, ikan bakar, dan sambelan. Dan masih banyak lagi bisnis-bisnis yang sedang dirintis oleh beliau

Kunci Sukses
    Lalu, bagaimana Roy Shakti bisa sesukses seperti sekarang. Selain karena usaha yang tak kenal lelah dalam mengambangkan bisnisnya, ia juga menerapkan prinsip lain. Prinsip apakah itu? Dalam berbisnis (dalam hal ini yang berkaitan dengan kartu kredit). Ia  berprinsip “Kalau tidak tahu aturannya, anda akan selalu kalah.” Oleh sebab itu, setiap waktu Roy selalu mengupdate ilmu-ilmu baru tentang kartu kredit. Hal inilah kunci sukses Roy dalam menjinakkan kartu kredit.Dengan prinsip ini, Roy selalu bisa menemukan cara bagaimana mengatasi masalah kartu kredit yang dihadapi.
    Namun, Roy Shakti sadar bahwa apa yang ia lakukan bukanlah sebuah akhir. Masih banyak hal yang ingin ia wujudkan agar bisa bermanfaat bagi orang lain disekitarnya. Juga kepada anda.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari