Tanggal Hari Ini : 25 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Sukaryah, BRI Memberikan Kepercayaan Penuh Kepada Saya
Selasa, 19 Maret 2013 17:17 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Di tangan Sukarya, 34 tahun, sebongkah batu besar bisa di-olahnya menjadi kepingan batu alam yang cantik dan menawan. Usaha batu alam yang telah ditekuni selama 8 tahun, ternyata berhasil meningkatkan kesejehteraan Sukarya dan keluarganya. Itulah sosok pengusaha batu alam dari desa Bobos, Cirebon.
    Rupanya di balik pencapaiannya menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, batu alam bukanlah hal yang baru bagi Sukarya. Orangtuanya telah menjadi pedagang batu alam di Jakarta sejak lama. Sukarya mengawali menekuni batu alam ketika menjalankan usaha bersama orang tuanya dengan membantu di bagian pemasaran. Hingga akhirnya, suatu hari Sukarya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di daerah Bobos Cirebon untuk mencoba berwirausaha sendiri.
    Berbekal pengalamannya berkecimpung di usaha batu alam, Sukarya memberanikan diri membuka pabrik pe-ngolahan batu alam sendiri. Modal awal sebesar Rp 30 juta dari tabungannya digunakannya untuk membeli 2 mesin pemotong dan pemasangan instalasi listrik. Dibantu dengan 4 orang pegawai, laki-laki asli Cirebon ini mulai menjalankan pabrik batu alamnya. Pembuatan batu alam dimulai dengan pemotongan batu-batu besar menjadi potongan yang lebih kecil sesuai dengan ukuran yang diharapkan. Setelah itu, potongan batu tersebut diberi motif sesuai yang diinginkan.
    Untuk membantu modal kerja usaha-nya, Sukarya mengajukan pinjaman ke BRI Unit Kramat sebesar Rp 15 juta di tahun 2003. Berhubungan dengan BRI bukanlah hal yang baru baginya, karena orang tuanya telah menjadi nasabah BRI sejak lama. Melihat hubungan yang baik antara BRI dengan orang tuanya selama ini, menyebabkan Sukarya tidak ragu untuk mengajukan pinjaman ke BRI. “BRI sangat baik kepada saya. Walaupun saya tidak berpendidikan tinggi, tetapi BRI memberikan kepercayaan penuh kepada saya”, ujarnya.
    Kepercayaan dari BRI tidak disia-siakannya. Dengan ketekunan dan kerja keras, akhirnya pabrik batu alamnya pun berkembang cukup pesat. Saat ini, pabrik miliknya telah memiliki 8 mesin pemotong dengan daya listrik 33 ribu watt dan kapasitas produksi 80 meter batu alam per-hari. Daerah pemasaran pun cukup luas, meliputi: Jakarta, Garut, Bandung,Kuningan,Pamanukan bahkan sampai ke Sulawesi.
    Kesuksesannya menekuni usaha batu alam hingga seperti sekarang, tentu saja diraihnya tidak dengan mudah. Persaingan yang ketat dengan pengusaha batu alam lainnya merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Sukarya. Agar dapat unggul dalam persaingan ini, ia harus peka terhadap selera pasar. Selain itu, kreativitas dalam menciptakan motif-motif batu alam yang baru, juga merupakan salah satu strategi yang diterapkan olehnya. Selain itu, untuk mengoptimalkan pegawainya, dia melakukan pengaturan waktu kerja seefisien mungkin, sehingga biaya produksi dapat dioptimalkan pula.

Sukaryah Pengusaha Industri Batu Alam, BRI Unit Kramat, Kanca Cirebon


    Pengalaman sedih dalam mengelola usaha juga sering dialami Sukarya. Pembayaran oleh pelanggan dengan cek kosong, tidak menerima pembayaraan dari pelanggan untuk barang yang dititipkan merupakan hal-hal pahit yang kerap dialaminya. Namun pengalaman itu ditanggapi Sukarya dengan sabar dan tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengelola pabriknya.

Sukaryah Pengusaha Industri Batu Alam, BRI Unit Kramat, Kanca Cirebon


    Kesuksesan usaha di usianya yang masih relatif muda, juga membawa pengaruh bagi lingkungan sekitarnya. Saat ini, pabriknya mempekerjakan 10 orang pegawai dan melibatkan juga sejumlah pegawai wanita. Selain itu, dari usaha pabrik batu alamnya, ia juga mampu melakukan investasi baik untuk pembelian tanah maupun kendaraan. Sukarya pun juga sudah memiliki rumah sendiri, sehingga tidak perlu lagi menyewa rumah seperti dulu.
    Kejujuran adalah prinsip yang dipegang teguh Sukarya dalam mengelola usahanya. Dengan kejujuran, tidak ada beban bagi dirinya dalam mengelola usaha. Menjaga kepercayaan dari konsumen juga menjadi hal yang sangat dipegang teguh olehnya. “Lebih baik saya melebihkan pesanan konsumen, daripada saya mengurangi ukurannya.
    Kepuasan pelanggan adalah yang utama bagi saya”, katanya dengan serius.
    Dibalik kesuksesannya tersebut, ternyata peran BRI begitu signifikan bagi usahanya, sehingga Sukarya perlu untuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BRI. “Saya sangat berterimakasih kepada BRI yang telah memberikan kepercayaan 100 % kepada saya, dan juga memberikan arahan kepada saya sehingga saya dapat berhasil seperti sekarang”. Untuk ke depannya, Sukarya berharap, BRI tetap akan menjadi partner kerjanya dalam mengembangkan usahanya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari