Tanggal Hari Ini : 21 Oct 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Di Ende, Pancasila Dikandung Di Jakarta, Pancasila Dilahirkan
Rabu, 03 Oktober 2012 17:15 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

 

Sebatang pohon Sukun dengan lima cabang, terletak kira-kira 150 meter dari pantai Ende dan sebelah barat Lapangan Pancasila merupakan tempat dimana Bung Karno setiap sore, selepas sholat Azhar menghabiskan waktu untuk duduk merenung dalam keheningan malam. Diyakini gagasannya yang cemerlang akan Falsafah Negara Pancasila terlahir dalam proses perenungannya di bawah pohon Sukun ini. Dan ini diakui sendiri oleh Presiden Soekarno pada saat kunjungan kerja ke Ende tahun 1955.

Pohon sukun yang menjadi naungan Bung Karno saat itu telah tumbang di tahun 60-an karena termakan usia
dan sekarang adalah pohon kedua yang ditanam kembali sebagai duplikat untuk mengenang tempat Bung Karno
merenungkan Dasar Negara dan pohon ini tumbuh subur dengan lima cabang yang diyakini oleh masyarakat Ende sebagai perwujudan kelima sila dari Pancasila. Dan untuk memperkuat fakta ini, Pemerintah Kabupaten Ende membangun Monument Pancasila yang terletak di persimpangan antara Jl. Kelimutu, Jl.El Tari, Jl. Gatot Subroto, jalan masuk Bandara Haji H. Aroeboesman dan Jl. Achmad Yani (yang lebih dikenal dengan nama Simpang Lima).

Semasa masa revolusi, Bung Karno pernah diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan ditempatkan disebuah rumah di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaratu, Kec.Ende Selatan (Kota Ende). Selama empat tahun dari tahun 1934 hingga tahun 1938 mereka diasingkan bersama istrinya, Inggit Garnasih, mertuanya, Ibu Amsih, anak angkatnya,
Ratna Juami, serta guru anak angkatnya, Asmara Hadi. Kini rumah yang pernah ditinggali Bung Karno, serta pohon Sukun tersebut menjadi situs Bung Karno, dua saksi sejarah yang berada di jantung Kota Ende tetap dipelihara
dengan baik sampai sekarang.

Seperti yang dituturkan Bupati Ende, Don Bosco, menurut tokoh NTT yang juga mantan Gubernur NTT, Mben Boy,Pancasila dikandung di Ende dilahirkan di Jakarta. Ini sekaligus menyiratkan arti pentingnya Ende dalam kancah
percaturan nasional. Akhir Desember 2010 lalu, Ende dikunjungi oleh Wakil Presiden RI, Boediono didampingi oleh beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Wapres mengunjungi beberapa lokasi Pogram Nasional  Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) di Ende dan beberapa program pembangunan di lokasi lain di NTT. Salah satu pesan penting yang dikemukakan Wapres dalam kunjungannya saat itu adalah pentingnya upaya meningkatkan investasi di NTT umumnya dan di Ende pada khususnya.

Promosi Pariwisata Salah satu sektor yang digenjot pertumbuhannya di Ende selain sektor pertanian dan perikanan adalah sektor pariwisata. Menurut Don Bosco, sektor pariwisata memiliki multiplayer effect yang cukup kuat dalam pertumbuhan ekonomi, karena pariwisata mampu menjadi lead dan pendorong ekonomi lokal masyarakat. Kegiatan pariwisata memerlukan dukungan berupa sarana kebutuhan pokok untuk tempat obyek wisata, tenaga kerja yang memadai, serta berbagai kegiatan lainnya yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Suatu tempat wisata yang direncanakan dengan baik, tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi saja tetapi juga kehidupan dan aktifitas ekonomi masyarakat secara luas, karena akan ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari penyelanggaraan
aktarkasi wisata dan budaya khusus (tarian adat, upacara-upacara agama, ritual, dan lain-lain), produsencindera mata yang memiliki kekhasan, hingga berbagai produk makanan, minuman dan perhotelan.

Upaya Pemerintah Kabupaten Ende meningkatkan kemampuan bandaranya mendapat dukungan dari Wapres Budiono. Setidaknya kini telah dialokasikan dana sebesar Rp1,6 miliar untuk melakukan survey serta disain
bandara yang mampu mendukung kegiatan pariwisata di Ende. Kita tahu, banyak lokasi pariwisata eksotik di NTT, khususnya di Pulau Flores yang belum digarap dengan baik. Selain kegiatan promosi yang masih terbatas, sarana infrastruktur juga perlu ditingkatkan. Berbagai tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi antara lain Danau Kelimutu di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende (hanya berjarak 55 km dari Ende), Kerikil Hijau di Pantai Penggajawa, serta keindahan adat dan budaya Ende yang tiada duanya.

Untuk menjangkau ke Ende kini banyak penerbangan dari berbagai maskapai banyak yang menuju ke sana, baik dari Denpasar, maupun langsung dari Jakarta.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari