Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
UKM Penyelamat Krisis Ekonomi Amerika?
Kamis, 19 Juli 2012 10:31 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Lusi Efriani, Wartawan WK

(Bagian 1)

Pengantar Redaksi : Lusi Efriani, Jurnalis WK berkesempatan mengikuti Experience Learning International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat (AS), selama 21 hari. Catatan perjalanannya  dimuat secara bersambung  untuk berbagi pengalaman dengan para pewirausaha Indonesia, khususnya para generasi wirausaha muda Indonesia untuk yakin dan semakin bersemangat dengan masa depannya .

Hari Minggu pagi, kami dan Muhamaad Ishaq, yang juga dosen dari Universitas Sumatra Utara ini diajak keluarga keluarga “George’ pergi ke Gereja, untuk mengenal komunitasnya di sana. Saya melihat  Gerejanya seperti mall lengkap ada café, toko buku,perpustakaan, ada taman bermain untuk anak-anak, ada tempat berkumpul untuk anak remaja. Begitu menyenangkan bahkan kebaktiannya seperti konser musik baik penataan panggung maupun tempat duduknya benar-benar serasa kita menonton sebuah konser musik.

Jemaat pagi itu begitu banyak. Satu yang bisa saya pelajari saat berkunjung ke gereja ini bahwa gereja ini membuat jemaatnya sangat nyaman dan memiliki fasilitas yang lengkap sehingga jemaat akan rajin datang setiap Minggunya.

Setelah mengikuti kegiatan gereja keluarga “George’, yaitu ‘Mindy’ dan ‘Dan’, mereka  memperkenalkan kami ke teman-temannya. Salah satunya adalah ke istri dari pemilik property yang ada di “Gull Lake Michigan”. Selain itu Mindy juga memperkenalkan kami kepada sahabat-sahabatnya yang banyak mendukungnya pada saat Mindy mengalami masa-masa sulit yaitu pada saat ‘Dan’ mengalami kecelakaan. Saya sedikit terharu pada saat perkenalan ini, saya merasa begitu dekat dan sangat nyaman berada di lingkungan teman-teman Mindy seperti sudah kenal lama, padahal saya baru mengenal mereka semua.

Sepulang dari gereja, kami sekeluarga mampir ke home industry yang membuat es krim. Usaha ini cukup terkenal bahkan orang-orang dari Chicago rela datang jauh-jauh ke Kalamazoo hanya untuk membeli es krim di sini.

Kebetulan saya adalah Pembina UKM di Batam, sehingga Mindy berfikir mengajak untuk mampir ke tempat home industry ini akan sangat bermanfaat bagi saya. Saya sempat bertemu dengan pemiliknya yang sudah jatuh ke tangan generasi kedua. Usaha ini berjalan sudah 37 tahun. Sungguh takjub ada usaha kecil bisa bertahan sampai 37 tahun. Mereka mempertahankan cara tradisional dalam memproduksinya. Hanya inovasi macam-macam rasa yang selalu berkembang dari tahun ke tahun.  Tempatnya juga cukup sederhana. Pemiliknya tidak membuka cabang dan hanya konsisten mempertahankan yang sudah ada. Mereka membuat berbagai macam rasa yang sangat enak dan harganya juga sangat murah.

Setelah puas makan es krim, kami sekeluarga kembali ke rumah untuk makan siang dan berganti pakaian karena kami akan melanjutkan acara Minggu ini untuk berjalan-jalan ke perkebunan Cherry dan Blueberry, Oval Beach dan Saugatuck.

Saat makan siang, Mindy mengajarkan kami memasak makanan Italia. Makanan ini sangat unik, memasak makanan ini seperti membuat mainan. Saya senang sekali padahal saya ini adalah wanita yang paling malas memasak. Mindy lalu menasehati saya bahwa sebagai wanita mau tidak mau harus pandai memasak, walaupun itu bukan masakan yang rumit. Karena anak-anak dan suami akan senang jika disuguhkan makanan oleh ibunya. Jadilah saya dan Pak Ishaq belajar memasak masakan Itali dan seluruh keluarga “George” juga memasak makanan mereka sendiri-sendiri. Sungguh menyenangkan belajar memasak di keluarga “George”.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari