Tanggal Hari Ini : 21 Oct 2018 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Rakyat Harus Diberi Contoh
Selasa, 15 Mei 2012 11:28 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Drs Don Bosco M Wangge Msi

Memimpin bagi Don Bosco M Wange (47) pria kelahiran Lela Sikka adalah amanah, sekaligus tantangan. Amanah karena jabatan yang diembannya sebagai Bupati Kabupaten Ende merupakan tanggungjawab yang besar yang kini telah berada di pundaknya, sedangkan tantangan karena sejak muda Don Bosco, demikian ia akrab dipanggil memimpikan suatu saat tanah kelahirannya, Ende,  bukan lagi menjadi kabupaten miskin di Nusantara, tetapi sebuah wilayah kabupaten yang masyarakatnya hidup layak serta sejahtera lahir dan batin. Ende akan menjadi gudang pangan bagi wilayah di sekitarnya.

Suami dari Felisitas Masdiana B. Wangge ini merupakan ayah yang membanggakan bagi  kedua anaknya,  Maria Gladiana P. Wangge, dan  Anastasia Dwi Yoga P. Wangge.  Usai lulus di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Kupang,  Don Bosco menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengabdikan diri sebagai abdi negara. Mula-mula ia menjadi camat, kemudian memperoleh tanggungjawab yang besar di berbagai dinas dan instansi di Ende.  

 

Keteladanan

Karirnya yang berpindah-pindah dan berganti dinas/instasi, dari  urusan sosial,  pendidikan, hingga urusan invetasi menjadikan Don Bosco memiliki pengalaman dan wawasan yang luas tentang pengelolaan birokrasi dan kemasyarakatan.

Maka ketika ia memperoleh amanah menjabat sebagai Bupati Ende, ia tinggal merangkai kekuatan-kekuatan baru, semangat baru, dan cara pandang baru untuk memajukan Ende. Potensi, kekuatan,  kemampuan dan dukungan  yang dimiliki oleh masyarakat dan pemerintah ia petakan secara detail, sehingga perjalanan ke arah perubahan itu semakin terlihat lebih gambalng dan mudah dijalankan.

Menurut Don Bosco, rakyat dan masyarakat perlu contoh dan keteladanan. Contoh dan keteladanan bagi setiap pimpinan menjadi sangat penting karena masyarakat perlu panduan untuk menggapai keinginan dan cita-citanya dari pimpinannya.Dalam memimpin Don Bosco selalu mengedepankan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat. Tanpa dukungan dan keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan, maka tujuan pembangunan yang setinggi langit tidak akan tercapai.

“Kami selalu memikirkan bagaimana mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat juga dengan melibatkan masyarakat. Karena itu kami selalu melibatkan stakeholder, lembaga swadaya masyarakat, tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, mimbar gereja, masjid dan semua saluran yang dapat digunakan untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Semua peran, semua pihak,  dan secara bersama-sama memiliki tujuan yang sama untuk mensejahterakan Ende, lanjut Don Bosco akan memiliki sinergi dan dampak yang dahsyat bagi kemajuan Ende.

“Semua potensi harus diberdayakan untuk menjadikan Ende kabupaten yang diperhitungkan, bukan saja di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur, tetapi di Indonesia,” cetusnya. 

Tantangan

Tantangan Don Bosco di tahun kedua kepemimpinannya sebagai Bupati di Kabupaten Ende untuk mengentaskan kemiskinan semakin menguatkan hatinya untuk mengajak seluruh elemen masyarakat Ende mencapai cita-cita yang diharapkan. Ia juga tak kenal lelah melobi para investor untuk menanamkan modalnya di Ende, bersama-sama rakyat Ende mengembangkan potensi yang ada, seperti mengembangkan komoditas kopi, coklat, kopra, dan produk lainnya. 

Selain potensi yang besar di produk-produk bidang pertanian, perkebunan dan perikanan, ende telah menyiapkan infrastruktur  yang memadai seperti jalan raya, listrik, kemudahan dalam perizinan, sumberdaya manusia, pelabuhan, lapangan terbang, unit -unit transportasi  serta dukungan lainnya, memungkinkan Ende menjadi daerah tujuan investasi yang sangat prospektif.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari