Tanggal Hari Ini : 02 Aug 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
PROFIL SUKSES DADIK WAHYU
Rabu, 02 Mei 2012 15:43 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Berawal dengan keterbatasan materi, dimana ayahnya adalah seorang tukang parkir dan ibunya adalah seorang buruh linting rokok pabrik rokok PT. Djaya Abadi. Sejak kecil, Dadik Wahyu selalu berada di lingkungan yang membuat dia tertekan karena keadaan, bukan tekanan dari keluarga, melainkan tekanan sosial. Sebagai salah satu contohnya, pada masa kecil beliau pernah dituduh memecahkan toples kerupuk di warung makan, padahal sebenarnya yang memecahkan adalah orang kaya yang duduk di sebelahnya. Berangkat dari peristiwa itu, dadik merasa betapa mudahnya orang membuat asumsi bahwa Dadiklah yang memecahkan toples kerupuk tersebut.hanya karena status sosialnya. Pada saat beliau masih SD, pernah punya keinginan untuk mempunyai mainan Tamiya, tetapi karena kondisi keluarga serba kekurangan maka untuk membeli sebuah mainan adalah hal yang tidak mungkin, suatu saat ada teman yang berkenan untuk meminjamkan tamiyanya, maka dengan semangat Dadik segera menabung untuk hanya membeli sepasang battery, setelah terbeli belum sempat terpasang di Tamiya, sudah diambil sama pemiliknya.

Menginjak SMP beliau pernah  menjadi loper Koran harian Surya, untuk menambah uang saku dan dapat membantu orang tua buat menambah bayar SPP. Setelah menginjak SMA beliau mendapatkan berita dari ibunya, bahwa tempat bekerja Ibunya bekerja akan tutup atau bangkrut, karena omzet menurun drastis, Melihat hal itu Dadik berinisiatif mendatangi kantor pemasaran Pabrik itu yang berada Karang Ploso Malang, dan ternyata Area pemasarannya selama ini di daerah Kalimantan dan Sulawesi, Dadik berusaha meyakinkan bagian pemasaran bahwa rokok tsb beliau bisa memasarkannya di Malang, dengan penuh ketidakyakinan, staff pemasaran memberi Dadik 2 Slof yaitu 1 slof merk Tugu Mas, dan 1 Slof untuk merk ardila, dan ternyata bisa terjual selama 1 hari saja. Kemudian keesokan harinya diberi 1 bal rokok diberi waktu selama 1 minggu, dan ternyata Dadik bisa menjual kurang dari 1 minggu, dan ternyata Dadik menjual rokok sampai ke daerah – daerah pinggir kota Malang yaitu Wagir, Wajak, Tumpang dan Bululawang hanya dengan naik Mikrolet, untuk keliling beliau jalan kaki dan kegiatan tersebut dilakukan seusai pulang sekolah.

Sampai pada akhirnya Dadik dipercaya oleh PT. Djaya Abadi yaitu perusahaan rokok tempat ibunya bekerja untuk menjual rokok  1 pickup. Maka Dadik membuka iklan lowongan kerja di harian Surya, untuk tenaga marketing,  dan  dengan modal memakai kemeja punya Bapaknya dan meminjam Gudang milik temannya yang telah dibersihkan, dan 1 unit telepon yang tidak tersambung, Dadik menginterview para pelamar lulusan dari Universitas Brawijaya, Unmer, IKIP, padahal  waktu itu dadik masih kelas 2 SMA. Setelah 6 bulan berjalan, ada salah satu salesnya yang langsung potong kompas untuk membeli langsung ke pabrik secara cash, akhirnya kondisi usaha Dadik semakin menurun dan tutup, akan tetapi menurut Dadik usaha Dadik cukup berhasil karena Dadik sudah membuat Pabrik tsb tetap terus beroperasi sampai sekarang dan ibunya masih tetap bekerja pada saat itu.

Setelah lulus SMA beliau melanjutkan ke bangku Kuliah di Universitas Widyagama dengan biaya sendiri dari hasil bekerja sebagai penjaga fotocopy, setelah 4 bulan beliau merasa jenuh dan berhenti. Melihat peluang baru untuk membuka sebuah café di daerah Pulosari Malang, beliau mengajak kerja sama teman – temannya untuk mendirikan Café Legian. Namun ketatnya persaingan membuat usaha café yang dikelola bersama ini tidak bisa berjalan sesuai rencana. Akhirnya beliau menjual hak usahanya ke orang lain.

Selepas berhenti sebagai manager Café Legian, Dadik melihat adanya potensi di bidang usaha advertising,. Pada suatu ketika, Dadik menerima order membuat undangan senilai 13 juta, namun ketika  dikerjakan, pelanggan tersebut berkunjung ke rumah beliau yang sederhana dan saat itu pula pemesan memaki maki bahwa tidak percaya kalo pesanannya dikerjakan di tempat seperti itu dan yg akhirnya hanya meminta potongan harga, karena tidak percaya akan kemampuan beliau bisa mengerjakan order tersebut. Belajar dari peristiwa tersebut, Dadik semakin termotivasi untuk membesarkan usaha advertisingnya.

Dengan modal pertama sebesar 500 ribu rupiah Dadik memulai usaha advertisingnya, dengan menyewa sebuah rumah di Jl. Candi Bima yang dilengkapi dengan 1 buah computer kreditan dan 1 buah computer pinjaman, maka berdirilah Utero Advertising.  Usaha ini cukup maju dengan omzet pada 3bulan pertama sebesar 5 – 10 juta per bulan. Suatu ketika ada order yang cukup besar senilai 90 juta rupiah dari pabrik rokok Sam Liok Koe Bojonegoro, namun karena usaha yang masih belum tertata, hasil cetak yang dihasilkan tidak begitu bagus sehingga dari pihak Pabrik rokok Sam Liok Koe melakukan complain dan meminta untuk dikembalikan uang DP yang sudah diterima Utero Advertising. Menghadapi hal ini, Dadik akhirnya bisa mengatasinya dengan mengalihkan order spanduk tersebut kepada salah seorang teman kenalannya yang bisa mengerjakan order tersebut, dan DP yang sudah diterima akan dibayarkan dengan mencicil.

Dengan Motto “Mimpi dan Kenyataan adalah Sejajar”, Dadik Wahyu membawa Utero Advertising ke tingkat yang lebih maju. Pada tahun 2007 kantor Utero Advertising pindah ke ruko Jl. Soekarno Hatta 2B, lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis, dekat dengan area kampus dan perkantoran. Omzet usaha yang dipimpinnya sudah mencapai 500 juta rupiah per bulan dan juga membentuk Utero Group yang terdiri dari beberapa usaha, antara lain Property dan Konstruksi, Butik, Event Organizer dan beberapa organisasi seperti lembaga penyelamat anak-anak jalanan dan Sekolah Sepak Bola Anak.

Kondisi usaha Utero Advertising saat ini cukup stabil dengan omset rata-rata pertahun mencapai 20 miliar rupiah, Dimana pelanggan kebanyakan perusahaan - perusahaan, Instansi - instansi, partai politik, Sekolah - sekolah, dan masyarakat yang ada disekitar kota Malang dan beberapa kota besar lainnya di Jawa Timur. Untuk area Pemasaran sampai saat ini memiliki 3 advertising di Malang yang membidik perusahaan-perusahaan umum serta memiliki agen dan cabang di , Madiun, Sumenep, Probolinggo, ponorogo, bogor, jakarta, Mataram serta kota-kota lainnya.

Terobosan demi terobosan terus di lakukan mas dadik dan setiap hari juga tak pernah luput dari cobaan mulai dari sdm yg berkali kali main potong kompas dan membuka usaha sendiri serta membawa klien klien potensial perusahaan. Saat ini system yang di gunakan beliau adalah dengan system komputerisasi dengan system yang canggih secara online dengan menegjak gabung seorang sdm jebolan Brunei darusalam yang saat itu telah membuat system informatika yang di pakai di pemerintahan Brunei.

Dengan demikian system yang sekarang bisa di liat laporan penjualan dan status produksi serta cash flow jam per jam di manapun mas dadik berada walaupun di dalam dan luar kota serta di luar negeri bahkan hanya dengan menggunakan HP apapun yang berkoneksi dengan internet. Beliau bermimpi bagaimana suatu saat orang pesan dan berhubungan dengan beliau seperti bikin desain dan barang cetakan serta pesan bentuk promosi apa aja hanya dengan menggunakan ATM dengan debet ataupun kartu kredit yang tersebar  di seluruh outlet outlet keramaian yang akibatnya seperti tanpa jarak berkomunikasi dengan tim kami. 

Tak henti membuat suatu konsep yang nyleneh beliau sekarang juga mempunyai konsep office mobile / kantor keliling dengan tujuan mendekati klien yang berada di luar kota untuk mempercepat proses komunikasi dan negosiasi dengan menggunakan mobil van grandmax yang di dalam mobil tersebut telah siap sales counter, desainer dan tim merchandiser yang siap membantu pelayanan dengan maksimal tak lupa system yang di buat pun online sehingga apabila transaksi yg dilakukan pada detik per detik bisa di ketahui secara langsung oleh tim administrasi kantor pusat, untuk menghindari selisih kas. Dan pantauan yang maksimal.

Dan tak lupa untuk menarik perhatian orang yang melewati office mobile tersebut ada standing bener berbentuk manusia seukuran asil membawa pesan informasi serta di pasangi speaker untuk woro woro dengan isi tema promosi lewat audio, masak hanya tukang roti saja ato es cream yang bisa berjualan pakai suara dan keliling kampong, utero juga boleh donk heheh sambil ketawa.emang awalnya seperti di hujat atau di cemooh tapi seperti yang saya duga mas dadik bilang ‘ cuek saja’ dan beliau sangat suka kalau di sebut pengusaha gendeng, karena memang hobinya mengumpulkan koleksi ratusan foto foto orang gila di seluruh daerah yang pernah di datanginya. Ini terbukti ketika saya mampir di kantornya banyak sekali foto foto hasil jepretannya sendiri berpigora cantik foto foto orang gila, mulai dari orang gila di malang, lumajang, madura dan tempat tempat lain yang pernah di singgahi beliau.kenapa anda suka mengoleksi foto orang gila Tanya saya? Ternyata beliau sangat mengagumi filosofi orang gila, karena orang gila tak pernah sakit dan sangat konsisten dalam melakukan sesuatu bisa di istilahkan istiqomah banget.mau tau coba aja survey orang gila di sekitar anda heheh celetuk beliau.

Mengulas sedikit tentang kehidupan keluarganya sekarang, ternyata keluarga besarnya orang tua 2 kakak dan 2 adiknya telah mempunyai usaha sendiri sendiri dan mampu merubah kehidupannya menjadi lebih baik. Dan ada cerita lucu dengan gelar yang ada pada  mas dadik wahyu SH MoB nya, karena dia sangat tidak suka ketika orang menanyakan dulu lulusan mana dan gelarnya apa, maka dari itu beliau buat gelarnya sendiri supaya lebih keren, kalau SH nya sih asli tapi kalau MoB bu kan lulusan luar negeri atau master of bisnis tapi hanya sebuah kiasan Mengagumi Orang Besar, benar benar anak gila dan keluar batas bagi saya, tapi memang mempunyai efek ketika saya pertama kali di beri kartu nama beliau spontan saya merasa canggung dan grogi wah saya berhadapan dengan orang pinter dan lulusan luar negeri neh, pembicaraan saya harus intelek tapi ternyata selang beberapa waktu semua menjadi ramai dan kacau sesuai dengan karakternya yang sangat komunikatif sekali setiap bertemu dengan orang lain. Dan pertama kali saya bertemu dengan beliau langsung di suguhi teh, kopi dan gorengan tempe menjes  asli kota malang, benar benar  low profile dan menyenangkan sekali.  

Bercerita tentang kesuksesan  sepertinya tidak lengkap tanpa berbicara tentang kegagalan serta kesulitan, menghadapi terjalnya keluar dari sebuah dasar mendirikan usaha  dari awal usaha yang hanya dg dana pinjaman 500rb dan segala alat serba pinjam serta karyawan bergaji rendah tidak membuat patah semangat bagi seorang predator sebutan temen temen bisnis pada awal mula merintis usaha karena terkenal paling berani dalam segala sector sale dan pergerakan kreatif. Dari pertama merintis pada tahun 1998 pada waktu sma kelas 2 sampai dengan tahun 2003 usaha advertising yang dirintis hanya sebatas iseng dan tidak begitu di perhatikan dan kantorpun tidak ada hanya di rumah tempat tinggal orang tua di kampong yang sepeda motor pun tidak bisa di naiki.

namun ketika tahun 2003 hentakan, hinaan dari seseorang klien yang mampu mengoyak emosional paling dasar telah mampu membawa efek positif dalam pergerakan usahanya dengan sumpah beliau mengatakan dalam hatinya bahwa beliau  akan punya kantor di dekat rumah klien yang sempet menghinanya dan Tuhan mendukung impiannya dalam waktu 1 minggu setelah insiden penghinaan itu dadik wahyu mendirikan sebuah kantor hasil kontrakan bersama temen temennya untuk bukak usaha sendiri sendiri dalam satu atap (utero advertising menangani periklanan, thrten menangani kaos distro dan eidur computer melayani jasa pengetikan) selang berjalan satu tahun ternyata rekan rekannya memilih jalur kuliah dari pada kerja dan dadik memilih jalur kerja sambil kuliah, saat itulah peperangan materi dan mental beliau di asah untuk harus kontrak tempat senilia 4 juta pertahun dan usaha tanpa inventaris tak membuat ragu, dadik membuat konsep penjualan dan marketing dengan target menyebar kartu nama sejumlah 6000 lembar dan harus habis dalam waktu 3 bulan dan promosi besar besaran yang di dukung salah satu supplier spanduk di malang dengan system bayar mundur. Alhamdulillah dalam waktu singkat utero di kenal seluruh malang raya dan kebanjiran order tanpa punya peralatan mesin apapun dan pekerjaan waktu itu di subkan ke seluruh lini masyarakat percetakan di malang, Surabaya, Jakarta.

Dan karyawan pun hanya 4 orang saja dan sampai sekarang masih mendampinginya mengarungi bisnis advertising. 4 tahun berjalan dengan segala kerikil kerikil yang menghalangi ternyata mampu menghantarkan utero pada sebuah resistan management overload dan bottle neck.order banyak sdm sedikit dan tempat tidak representative yang menuntut dadik untuk harus memperluas tempatnya baik kantor maupun produksi, di tahun 2007 utero mendobrak pasar dengan pindah tempat di kelas satu kota malang yaitu di jl sukarno hatta dengan cara kreatif tanpa uang muka dan kepercayaan orang bank ternyata utero disetujui untuk KPR di jl sukarno hatta tersebut. Benar benar rezk minallah. Bertamabah lagi kasus over load order melanda utero dan semua sub kerjaan utero rata rata melakukan promo sendiri sendiri yang mengakibatkan klien kami banyak mengetahui kalau kerjaan di utero di sub kan lagi dan seolah olah saat itu utero di embargo dan di blockade para supplier yang merasa iri karena order kerjaan lebih banyak utero dari pada yang punya mesin sendiri.order di perlambat, hasil di turunkan yang mengaibatkan klien utero kecewa bukan main.

Dengan percaya indahnya mimpi mimpi dadik bersama utero memimpikan mempunyai mesin akhirnya terjawab dg kerjasama bersama teman tapi ternyata 2 kali kami menjalin kerjasama kami di kira mengkhinati dan mengecewakan tapi dadik pun tak pernah putus asa dengan terus mencoba kreatif dan iseng mencoba membeli mesin teman yang second dan ternyata berhasil mendatangkan mesin yang kedua ketiga dan seterusnya yang sekarang peralatan breast milyaran rupiah telah menghiasi rumah produksinya di malang dan semua sub seolah olah heran kok bisa ya,..tapi pengagum Alexander agung ini sangat menyukai kontroversi, selesai menangani produksi masalah tidak selesai di situ dengan banyaknya mesin target seolah menggila 10 kali lipat, tak segan segan dadik mengambil orang management lulusan Australia dan Singapore untuk hasil yang terbaik tapi yang terjadi tambah bunting dan kacau banyak SDM keluar semua dan kantor keos hamper 80% meninggalkan utero advertising, tapi kata dadik cuek saja ini buku yang harus say abaca untuk jadi rang pintar.sambil tertawa, setelah surat pengunduran para manager tersebut dadik mencoba merintis kembali untuk mencari orang baru yang sesuai bersama dengan mashar hafidz yang sekarang menjabat manager umum telah merubah dan membangun kembali kultur utero yang sangat nyaman dan tenang sudah berhasil.

Dan sekarang utero advertising telah menerapkan system teknologi di atas segalanya mulai dari nota dan laporan serta cctv yang online telah di lakukan mas dadik wahyu SH, MOB. Sehingga di manapun juga beliau bisa ngecek keberadaan system keuangan dan operasional perusahaan. Tidak berhenti di situ sekarang juga ada program office mobile : program menjemput bola dengan sebutan kantor keliling telah beredar di kota kota pinggiran dengan rencana seluruh Indonesia akan di jangkau. Tunggu kehadiran di kota anda. Sudah berjalannya bisnis advertising tidak membuat diam bapak satu anak ini beliau membangun bisnis property, kontraktor,bisnis batik, pembuatan system software dan segala macam, mau tahu silahkan klik di www.uterogroup.com. Sekarang beliau sering di undang untuk cerita perjalanan karirnya dari a sampai z dan memberi motivasi di kampus ataupun umum.kalo tidak ada halangan juli 2010 majalah ini akan mengndang belaiu ke jakarta. Tunggu berita dan infonya.

Pengen cerita dan bekerja sama dengan beliau :

Dadik wahyu SH MOB

Utero advertising

Jl sukarno hatta 2b

Telp. 0341 – 408 408

Fax . 0341 – 417 417

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari