Tanggal Hari Ini : 20 Dec 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Magang Hidup dengan Orang Kaya AS
Selasa, 01 Mei 2012 17:15 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Mindy, demikian saya menyebut, adalah salah seorang anggota keluarga “George’ yang menjemput kami, untuk tinggal beberapa hari di rumahnya, di Plainwell. Ia adalah salah seorang yang bersedia menjadi ibu asuh kami. Di sini saya harus benar-benar belajar mandiri dan tinggal bersama dengan keluarga “George”.

Mindy, sangat cantik,  sepintas wajahnya mirip penyanyi “Celine Dion”. Mindy bercerita bahwa suami dan anaknya sekarang sedang menunggu kami di Gelanggang olahraga karena Krysti, anak pertamanya sedang mengikuti turnamen Volley untuk tingkat distrik. Akhirnya kami memutuskan untuk melihat turnamen Volley tersebut sekalian bisa jadi supporter untuk Tim nya Krysti.

Pada saat menuju ke gelanggang olahraga, Mindy menunjukkan sebuah toko “Simple Treassure Resale” di pinggir jalan utama. Toko ini menjual barang-barang second yang berasal dari orang-orang kaya di Kalamazoo. Barang-barang yang masih bagus itu dijual di toko amal ini dan hasilnya digunakan untuk kegiatan sosial membantu orang-orang yang tidak mampu. Toko second ini ditata dengan sangat cantik seperti butik dan letaknya sangat strategis di pinggir jalan utama. Mindy mengajak saya singgah sebentar dan saya sempat tertarik membeli barang- barangs second seperti tas, aksesoris dan buku. Hitung-hitung belanja sambil beramal. Sangat salut dengan ide orang-orang kaya ini.

Mindy juga membawa kami ke “Fresh Market” dimana para petani menjual hasil pertaniannya. Pasar Fresh Market ini sifatnya temporary. Hanya buka pada saat-saat tertentu setelah para petani memanen hasil pertaniannya. Kebetulan ayah Mindy adalah seorang petani dan akhirnya kamipun diajak melihat Fresh Market dan sekalian Mindy bisa menjenguk ayahnya. Jumlah yang berjualan tidak terlalu banyak dan yang membuat saya kagum para petani disini mempunyai mobil dan mobilnya bagus-bagus.

Saat sampai di rumah “George Family”, saya benar-benar kaget. Kaget melihat rumah “George Family”, saya seperti mengalami dejavu, rumahnya seperti tidak asing bagi saya. Sangat hommy, design rumah yang besar dan alami.  Rumah ini juga memiliki halaman yang sangat luas . Design rumah dan interiornya sudah saya kenal, dan juga tidak asing bagi saya. Benar-benar saya bahagia waktu melihat rumah ini pertama kali.  Saya merasa seperti pulang ke rumah saya sendiri. Keluarga ini juga cepat akrab sekali seperti kami pernah bertemu sebelumnya. Padahal ini pertama kalinya saya bertemu dengan “George Family”. Ya saya pernah memimpikan sebelumnya.

Mindy sudah menyiapkan kamar untuk saya.  Saya menempati kamar di ruang atas. Mindy dan saya mempunyai sifat yang sama dan pekerjaan yang sama sebagai public relation. Waktu saya melihat sekeliling rumah George Family, saya berpikir keras mengapa sepertinya saya tidak asing dengan rumah ini baik dengan penghuninya maupun dengan rumahnya. Saya dan Mindy begitu dekat sekali. Mimpi saya benar-benar terwujud, gambar rumah, interior rumah, para penghuninya, semua sudah pernah saya bayangkan.

Di hari pertama tinggal di rumah keluarga George, sambil menunggu semua anggota keluarga berkumpul, si kecil Ilys, anak Mindy yang terakhir, berumur 9 tahun, mengajak kami bermain kartu. Dia menjelaskan bagaimana aturan main permainan I doubt it. Mindy lalu menjelaskan bahwa permainan kartu ini mengajarkan kita bagaimana cara menipu dan belajar melakukan kesalahan.

Mindy kemudian menasehati bahwa dalam hidup melakukan kesalahan itu tidak apa-apa. Dari kesalahan yang dilakukan itu pasti akan ada pelajaran yang bisa kita ambil nantinya jadi jangan takut berbuat kesalahan. Sunggguh mendengar perkataan Mindy saya sempat berpikir seperti inikah cara orang tua Amerika mendidik anak-anaknya sehingga anak-anak Amerika memang lebih mandiri dan bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.

Kebetulan hari pertama saya bertemu dengan keluarga “George” tepat di hari Sabtu. Mindy dan Dan (suami Mindy) berencana mengajak kami berjalan-jalan ke “Gull Lake Michigan” dan akan menghabiskan malam menikmati danau tersebut. Kami bersiap-siap satu keluarga untuk menuju ke “Gull Lake Michigan”. Mindy mengajak kami melihat Danau dimana orang-orang kaya di Amerika mempunyai property disana dan ada club tempat orang-orang kaya Amerika berkumpul.

Di tengah danau ada “Gull lake country club” tempat orang-orang kaya berkumpul dan membershipnya sebesar  US $ 10.000/tahun. Saya juga melihat sendiri rumah-rumah orang kaya di tepi danau, dikelilingi hutan dan setiap rumah halamannya besar sekali, ada tempat parkir buat boat dan mereka memiliki lapangan golf sendiri dihalaman rumah mereka sendiri. Sayang saya tidak boleh memfotonya. Hanya boleh melihat saja.  Tapi bersyukur bisa melihat langsung seperti apa rumah-rumah konglomerat di Amerika.

Di Gull Lake Michigan” saya sangat menikmati malam itu. Kami berbincang-bincang di tengah-tangah danau. Topik perbincangan saya waktu itu adalah tentang keluarga. Saya memulai percakapan bahwa saya senang sekali bisa belajar di Amerika dan bertemu dengan keluarga “George”. Saya menceritakan bahwa selama di Amerika, saya seperti Cinderela, Pemerintah Amerika begitu baik dan saya merasa dimanjakan. Apapun keinginan saya terpenuhi dan sepertinya Tuhan sudah mengaturnya bahwa semua impian waktu saya kecil semuanya terkabulkan disini,  termasuk bertemu dengan Mindy dan keluarganya.

Saya juga memuji Mindy betapa beruntungnya dia mempunyai keluarga yang bahagia. Saya juga menambahkan bahwa dia adalah wanita yang paling berbahagia di dunia. Punya suami yang kaya dan ganteng, anak-anak yang manis-manis dan pintar-pintar juga kehidupan yang sejahtera. Perempuan manapun yang melihat Mindy pasti akan merasakan hal sama yang seperti saya rasakan.

Mindy mengakui bahwa dia adalah wanita yang paling berbahagia di dunia ini. Dia lalu bercerita bahwa dia dulu berasal dari keluarga biasa-biasa saja dan orang tuanya bercerai. “Dan”(suami Mindy) lah pahlawannya, menikah dengan “Dan” adalah hal yang sangat membahagiakan untuknya. Namun kebahagiaan itu tidak datang begitu saja. Di saat anak-anak masih kecil, “Dan” pernah mengalami kecelakaan yang cukup serius. Hanya keajaibanlah yang bisa membuat “Dan” seperti sekarang ini. “Dan” mengalami kecelakaan mobil yang cukup hebat dan mengalami luka yang cukup serius bahkan dokter memvonis bahwa “Dan” tidak akan bisa bertahan hidup. Namun atas dukungan keluarga dan doa maka terjadilah “keajaiban” itu. “Dan” selamat namun dia harus menjalani pengobatan selama 5 tahun dan pemulihan selama 3 tahun. Mindy juga menambahkan bahwa selama 3 tahun masa pemulihan “Dan” kembali seperti anak kecil. “Dan” bekerja di antar jemput Mindy dan “Dan” benar-benar harus berjuang keras hingga kembali seperti ini.

Mindy merasakan masa-masa sulit yang cukup panjang. Selama lebih  8 tahun Mindy harus menjadi Kepala Keluarga karena “Dan” menderita sakit. Mindy harus bekerja, merawat “Dan” juga merawat anak-anak 3 orang yang masih kecil- kecil. Untunglah keluarga dan sahabat-sahabat Mindy selalu memberika dukungan kepadanya agar mampu melewati cobaan ini. Bersyukurlah sekarang masa sulit itu sudah terlewati, “Dan” sekarang pulih seperti sedia kala dan “Dan” sebagai kepala keluarga begitu baik dan sangat sayang keluarga. “Dan” benar-benar seorang “Family Man”.

Untuk itu Mindy dan “Dan” berjanji bahwa apapun yang mereka telah alami dan keajaiban yang mereka rasakan akan mereka ceritakan kepada orang-orang agar mereka percaya bahwa Tuhan itu ada dan keajaiban Tuhan itu juga ada.

Itu juga alasan kenapa Mindy dan “Dan” mau menjadi orang tua asuh “Home Stay” untuk program exchange seperti IVLP ini. Berharap bahwa ceritanya ini bisa menginspirasi orang agar keluarga di dunia ini percaya akan keajaiban Tuhan.

Mindy lalu bercerita pada perayaan 20 tahun kebersamaan Mindy dan “Dan”, “Dan” memberi hadiah sebuah boat, hadiah ini adalah bentuk terimakasih “Dan”  kepada Mindy atas kesetiaannya sebagai istri menemani “Dan” dalam suka dan duka.

Mendengar cerita Mindy saya sampai terharu. Saya melihat Mindy menceritakan itu semua dengan mata berkaca-kaca. Airmata saya juga tidak terasa jatuh ketika mendengar cerita Mindy. Kisah Mindy dan “Dan” begitu mengharukan dan saya bisa mengambil pelajaran dari kisah perjalanan pernikahan mereka tentang kesetiaan seorang istri dan betapa pentingnya sebuah keluarga. Tanpa terasa kami menghabiskan sepanjang malam di “Gull Lake Michigan”.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari