Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bibit, Bobot, Bebet Hanya Mitos
Selasa, 01 Mei 2012 12:04 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Lusi Efriani, Wartawan WK

Saya tidak sabar menunggu datangnya pagi. Di Minggu pagi, saya menyempatkan berjalan-jalan ke Smithsonian. Smithsonian adalah institusi, semacam lembaga riset  berikut kompleks museum yang terkait. Sebagian besar fasilitasnya terletak di Kota Washington, D.C., tetapi ke19 museum dan tujuh pusat risetnya juga berada di New York City, Virginia, Panama, dan tempat tempat lain. Lembaga ini memiliki lebih kurang 142 juta benda koleksi yang sangat penting untuk dikunjungi.

Kami memutuskan  menggunakan kereta api bawah tanah untuk mencapai Smithsonian. Pelayanan transportasi kereta bawah tanah di kota Washington DC sangat modern dan sangat tertib. Sepanjang perjalanan Hengky menceritakan tentang Amerika. Salah satu pernyataan penting yang menarik perhatian saya adalah, di Amerika tidak ada bibit,bobot dan bebetuntuk melihat dan menilai kemampuan seseorang. Amerika adalah negara yang menghargai karya seseorang dari hasil kerja kerasnya, bukan dari keturunan atau asal usulnya.

“Apapun yang kita inginkan bisa terjadi asalkan kita mau bekerja keras,” ujar Hengky. Di Smithsonian saya mengunjungi monument Washington, aerospace museum, art museum, dan lain-lain. Masuk ke museum ini gratis. Tempat yang paling saya adalah berkunjung ke aerospace museum. Di sini  saya dapat melihat perkembangan pesawat mulai dari awal pembuatannya hingga perkembangan mutakhir.

Saya beruntung mengikuti Program International Visitors Leadership Program (IVLP) ini yang telah dijalankan sejak tahun 1940, program IVLP berarti sudah berjalan 70 tahun lebih. Program ini memiliki jargon “Connecting People & Creating Understanding”.  Banyak tokoh-tokoh dunia dilahirkan dari program ini. Rata-rata alumninya memiliki posisi penting di seluruh dunia. Tokoh-tokoh seperti Tony Blair, Margaret Thatcher, Indira Gandhi, Mahatir Muhammad, Tun Abdul Razak, Nicolas Sarkozy, Jorge Del Castillo, M. Yunus, Mother Theresa, adalah beberapa alumni IVLP yang sudah sangat dikenal dunia. Sedangkan dari Indonesia ada Gus Dur, Megawati Soekarnoputri,  dan Dahlan Iskan juga jebolan dari program IVLP ini.

Program ini sangat unik karena cara belajarnya adalah langsung bertemu dengan praktisi dan langsung terjun ke lapangan sehingga banyak orang-orang penting dan tempat-tempat penting yang saya kunjungi, tetapi yang paling penting, program ini menjadi program negara AS yang didukung oleh berbagai pihak.

Dari sekian program pelatihan atau training di luar negeri, program inilah yang menurut saya cukup bagus dan sangat menelan biaya yang cukup besar untuk setiap peserta. Jujur sebagai seorang Pembina UKM yang sering melakukan studi banding ke beberapa negara, pemerintah Amerika mempunyai metode yang sangat luar biasa. Keunikan program ini kami tidak perlu pintar bahasa Inggris karena kami telah dipersiapkan seorang pendamping dan  penerjemah, yang selalu menyertai kami dan ikut berpindah pindah dari satu state ke state yang lain selama menjalani program ini berlangsung. 

Dalam program ini saya berkesempatan tinggal di Washington DC, Kalamazoo-Michigan, Plainwell-Michigan, Chicago Illinois, Portland Maine, Los Angeles-California dan San Fransisco.  Di sini saya mempelajari berbagai hal, antara lain peranan lembaga swadaya masyarakat/Non Goverment Organization (NGO), kewirausahaan, politik, bisnis internasional, eco-tourism, fishing industry, free trade zone,industrial park, dan kebijakan kebijakan ekonomi dan pertanian.

 

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari