Tanggal Hari Ini : 25 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Semangat dan Kegilaan Liem Hwa Agar Bisnisnya Terus Berkembang
Jumat, 28 Oktober 2011 11:39 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Wanita satu ini memang bernama Liem Hwa. Dari namanya saja kita sudah sangat tahu bahwa dia berasal dari etnis Tionghoa. Namun apabila kita sudah bergaul dan berbincang-bincang dengannya, sama sekali tidak ada kesan perbedaan yang jauh.

Liem Hwa boleh beretnis Tionghoa, namun hati dan jiwanya tetap seperti pribumi asli. “Saya itu orangnya tidak pernah merasa berbeda dengan kalian, dan juga tidak pernah membeda-bedakan kalian,” ujarnya.

 Ketiak memulai bisnis, Liem Hwa juga mulai dari Nol Besar. Tidak ada satupun keluarganya yang mendukung, terlebih mau meminjami modal untuk memulai usaha.  Liem Hwa tidak pernah merasakan itu.  

“Bahkan Mama saya pun tidak percaya saya, akhirnya yang terjadi adalah setiap hari saya selalu saja berdebat kusir dengan Mama tentang apa yang saya lakukan, tetapi  saya adalah saya, saya tetap saja ingin sukses dengan cara saya, termasuk bagaimana cara saya berbisnis,” ujar wanita yang juga gila berburu ilmu di seminar-seminar baik di dalam negeri maupun luar negeri ini mengisahkan.

 

Dari Sarung HP

Liem Hwa yang lahir di Blitar ini memang mengawali usaha dengan berjualan sarung HP dengan partai kecil. Dia mendapatkan sarung HP tersebut dengan membeli di Pasar Turi Surabaya. Itu ia lakukan sendiri.  Pergi ke pasar untuk mencari barang  lalu ia jual kembali. Semakin lama permintaan akan sarung HP tersebut semakin besar.

Karena kewalahan akhirnya ia berpikir harus ada pegawai. Namun karena keuntungan masih kecil, maka ia putuskan mencari pegawai hanya satu orang saja. Nah pikiran cerdasnya muncul. Ia merekrut pegawai yang serba bisa. Bisa ngangkut, nagih, jualan dan macam-macam. Maka ia putuskan pegawai laki-laki yang mempunyai sepeda motor.

Saat itu Liem Hwa berpendapat bahwa dengan pegawai laki-laki yang mempunyai sepeda motor ia memperoleh keuntungan ganda.  Tanpa ia harus membeli kendaraan baru untuk operasional, ia sudah dapat kendaraan itu melalui pegawainya tadi. Dengan tambahan tenaga, semangat Liem Hwa semakin mengebu-gebu. Ia kumpulkan modal sebanyak-banyaknya. Tentu saja ia sudah mampu berproduksi sendiri dan tidak ambil lagi di pasar turi. Bahkan ia balik mensuplay semua kebutuhan sarung HP di Pasar Turi.

Saat bisnisnya terus berkembang, ia mulai mendiversifikasi produk di luar sarung HP. Liem Hwa sangat yakin, bahwa suatu saat sarung HP sudah tidak akan meledak lagi. Terbukti saat ini insting bisnisnya sangat tepat.

Kini Liem Hwa mempunyai 3 Toko di Pasar Atom dan menjadi Raja Pita. Semua model Pita ia punya. Tidak tanggung-tanggung ia bekerjasama dengan produsen pita di Negari Tiongkok. Kadang ia harus ke sana untuk mengambil sendiri produknya tersebut.

 Bagi Liem Hwa kesuksesan atau apa yang ia capai saat ini tidak pernah ia pikirkan.“Saya tidak pernah berpikir untuk kaya. Saya juga tidak pernah berpikir untuk sukses, semua saya jalani dengan sungguh-sungguh apa yang harus saya jalani. Ternyata eeee bisa beli mobil…eeee bisa beli toko…dan lain-lain..dan itu kejutan, seperti saya mendapatkan hadiah. Jadi kalau nggak dapat ya nggak kecewa, tetapi kalau dapat syukur banget dan senang,” ujarnya.  

Tim majalah WK mencatat  masih banyak pengalaman Liem Hwa yang belum di share kepada para pembaca majalah WK, terutama bagaimana cara Liem Hwa mengembangkan bisnisnya sampai besar seperti sekarang dan bagaimana ia menghadapi masalah yang bertubi-tubi yang sangat mengancam bisnisnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari