Tanggal Hari Ini : 22 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
ROSALIA PRAHARYANTI : MEMPRODUKSI ROSOL SEHAT KAYA MANFAAT
Selasa, 18 Oktober 2011 08:57 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Hobi memang kerang menghantar seseorang menjadi pebisnis. Hal ini dirasakan oleh Rosalia Praharyanti (23). Hobi memasang menghantar lajang ini menjadi seorang pengusaha kue risol dan cake cup merek Queen risolle & Cake. “Mulanya saya iseng membuat kue risol, bila sudah jadi saya bagikan sama teman-teman satu kos. Ternyata banyak yang suka kue buatan saya. Dari situ terfikir oleh saya untuk menjadikan hobi ini sebagai peluang usaha,”kenang wanita berwaja ayu ini.

 Memasarkan Di Kampus IPB

Tak ingin membuang waktu tahun 2009 gadis yang biasa disapa Ocha ini pun memulai usaha. “Pertama kali saya membuat kue risol karena saya piker setiap orang pasti suka kue ini, apalagi sudah teruji teman-teman banyak yang menyukainya. Bermodal uang Rp 50 ribu, saya membeli bahan-bahan risol. Pemasarannya saya titipkan di kantin kampus. Satu risol saya jual Rp 1.000,- . Pertama kali saya hanya menitipkan sebanyak 25 buah. Ternyata laris terjual,”ungkap gadis kelahiran Grobogan ini bangga.

Akhirnya wanita yang masih kuliah S1 IPB inipun memutuskan untuk menjalankan usaha. “Agar teman-teman mudah mengetahuinya, kue risol ini saya beri nama Queen Risolle & Cake dan saya titipkan di beberapa kantin di kampus IPB. Ada dua pilihan rasa yang saya tawarkan yakni rasa sayuran dan rasa ayam. Untuk rasa ayam harganya Rp 1.500 per pices. Selain itu saya juga mulai membuat cup cake,”tutur gadis yang hobi memasak ini.

Semakin hari kue Ocha semakin di kenal di kalangan kampus. Tapi sayangnya menurut wanita kelahiran 3 Februari 1987 dari dua rasa risol yang ditawarkannya hanya rasa sayuran yang diminati begitupun dengan cup cake buatannya. “Akhirnya agar tetap bertahan saya hanya menjual risol isi sayuran dan cup cake saja. Keduanya saya jual secara bergantian agar pelanggan tidak jenuh,”akunya.

Ternyata strateginya berjalan baik,setiap hari kue dagangannya habis terjual. Rata-rata produksi bisa mencapai 100 kue risol dan 30 cup cake. Tapi ternyata cobaan tidak berhenti sampai di situ, saat usahanya sedang berjalan maju, putrid pasangan Sarminto dan rumini ini disibukkan dengan skripsi. “Terpaksa usaha saya hentikan sementara,”tutur Ocha.

Tidak ingin dilupakan pelanggan, setelah memiliki waktu luang, kembali wanita lembut ini melanjutkan usahanya. “Ternyata pelanggan saya masih menyukai kue buatan saya,papar Ocha senang. Lantas wanita ramah inipun berusaha memperbaiki kualitas produk. “Saya melihat usaha kue ini memiliki prospek bagus. Seperti cup cake, bila di hias dengan topping yang unik, pelanggan pasti suka dan harga jualnya bisa meningkat. Sayangnya saya belum ahli dalam merias topping. Untuk mengatasi hal tersebut, sayapun berencana untuk mengikuti kursus menghias topping,”akunya.

Begitupun dengan kue risol buatannya, Ocha berusaha tidak mengecewakan pelanggan. “saya menggunakan bahan-bahan alami dan tidak menggunakan bahan pengawet. Bahan-bahan yang digunakan Ocha masih alami. “Untuk bahan-bahan saya masih membeli di pasar. Tidak menggunakan bahan pengawet. Minyak yang saya gunakan adalah minyak goring kiloan, hanya saja, penggunaannya hanya dua kali pemakaian. Setelah itu minyak harus dibuang, begitupun dengan kuenya. Saya tidak menyimpan kue di dalam freezer karena akan membuat rasa kue berubah. Jadi hanya di dalam lemari pendingin. Maksimal penyimpanannya hanya 3 hari dalam suhu 10 derajat celcius. Lebih dari itu rasa kue sudah tidak enak lagi, tapi sejauh ini penyimpanannya hanya sehari saja. Jadi kue yang saya pasarkan tidak menganggu kesehatan,”tegasnya.

Apa yang dilakukan Ocha ternyata membuahkan hasil. Kini setiap hari rata-rata wanita berkerudung ini mampu memproduksi 100 sampai 150 risol isi sayuran dan 30 cup cake setiap harinya.“Karena bahan baku mulai melonjak, kini harga yang saya tawarkan Rp 1.000 untuk risol isi sayuran per pices dan Rp 1.500 untuk per pices cup cake. Dalam sehari rata-rata saya mampu mendapat keuntungan Rp 100 ribu setiap harinya,”kata Ocha.

Sayangnya menurut Ocha bila menjelang libur kuliah, tidak ada pemsukan sama sekali. “Hal ini karena seluruh mahasiswa sedang libur. Sementara pemasaran saya masih di sekitar kampus. Padahal banyak orang yang menyukai kue saya bahkan ingin membantu saya memasarkan produk, tapi saya masih berkendala dengan modal,”keluhnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Ochapun mencari tambahan modal dengan mengajukan proposal pada Dana Capacity Building (IPB), Program Wirausaha Go Entrepreneur yang diadakan IPB dan Pengadaian. “Rencana saya, bila mendapat modal saya ingin memasarkan kue buatan saya dengan cara Business Opurtunity (BO) kepada masyarakat luas. Nanti strategi penjualannnya menggunakan booth,”terangnya.

Ternyata usaha Ocha tidak sia-sia, wanita kalem mini mendapat bantuan modal sebesar Rp 8 juta. “Nantinya dana tersebut di salurkan dalam bentuk peralatan seperti Oven besar, kompor gas. Kulkas, modem internet dan sebagainya sesuai permintaan saya. Rencananya saya juga akan memasarkan produk saya secara online untuk pemesanan dalam partai besar. Saya ingin kue buatan saya ini dikenal di berbagai daerah. Bila bantuan sudah di keluarkan, rencananya saya akan memasarkan produk saya di stasiun UI menggunakan booth. Selain itu saya juga akan memasarkan bisnis BO ini,”pungkas Ocha.  

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari