Tanggal Hari Ini : 25 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Kuliner : Menikmati Bakmi Jawa Di Bakmi Jawa, Mas Bagol
Senin, 17 Oktober 2011 14:39 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Menikmati  Bakmi Jawa

Di Bakmi Jawa,  Mas Bagol

Bisnis kuliner terus berkembang. Aneka makanan, seperti bakmi, khususnya Bakmi Jawa kian menemukan pelanggannya. Sulastri (35) misalnya, karyawan sebuah perusahaan swasta di Jakarta, yang tinggal di Kompleks Villa Nusa Indah III, Jatiasih, Bekasi ini selalu menyempatkan mampir ke Resto Bakmi Jawa Mas Bagol untuk menyantap menu bakmi godok kesukaannya.

Ada beberapa alasan mengapa ia menyukai Bakmi Jawa di Bakmi Jawa Mas Bagol ini. Pertama, Bakmi Jawa Mas Bagol  menggunakan resep tradisional yang memiliki citarasa yang khas dengan bumbu dan rempah-rempah yang menyehatkan.

“Mienya dibuat sendiri dari bahan-bahan yang sehat dan tidak menggunakan pengawet sehingga sangat baik bagi kesehatan,” ujarnya.

Kedua, lanjut Sulastri, cara memasaknya  menggunakan pengapian dari arang yang menciptakan citarasa dan proses pemasakan yang sempurna  sehingga lebih sehat dan lebih nikmat.

Ketiga, harganya relative sangat murah untuk ukuran resto yang memiliki lokasi parkir yang luas, tempatnya nyaman dan aman, serta citarasa Bakmi Jawa yang betul-betul sensasional.

“Saya belum pernah menemukan suasana menikmati Bakmi Jawa yang tepat. Kalaupun ada biasanya berada di lokasi-lokasi yang tidak memiliki parkir luas, atau ada di gerai mall-mall tetapi dengan harga relatif tinggi,” cetusnya.

Harga Rp10.000 per porsi, dengan minuman sebesar Rp3000-Rp4000 per gelas, menurut Sulastri merupakan harga rakyat tetapi pelayanan, citarasa  dan fasilitas ningrat. Ia menyukainya, dan banyak teman dan kenalan yang direkomendasikan untuk mampir di resto ini.

Resto Bakmi Jawa Mas Bagol berada di Jalan Raya Wibawa Mukti No18,  Kawasan Komsen, Jatiasih, Bekasi,  tak jauh dari pintu keluar tol JOR Jatiasih.  Untuk mencapai dan menuju Resto Bakmi Bagol tidaklah sulit, setelah pintu keluar tol JOR Jatiasih, cari arah menuju Cibubur, sebelah kiri jalan, disanalah Resto Bakmi Bagol itu berada. n 

Bakmi Bagol

Resto dengan Idealisme Kewirausahaan

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Inilah ajaran terpenting tentang kemanusiaan yang diajarkan oleh agama. Bagi 9 orang yang kini bekerja di Bakmi Mas Bagol, petuah agama tersebut mungkin ada benarnya.

Manto (30), yang kini mengelola Bakmi Bagol beberapa tahun lalu pernah mengeluh kepada seseorang yang ia kenal di kampungnya, yang kini tinggal di Jakarta. Kepada seseorang yang dikenalnya tersebut ia ingin diberikan pekerjaan untuk menyambung hidupnya di Jakarta.

Saat ditanya tuan rumah apa keahliannya, Manto menjawab,  bahwa ia pernah ikut bekerja menjual Bakmi Jawa kaki lima di Jakarta.

Percakapan pertemuan tersebut berbuah sebuah tawaran. Mungkin juga sebuah tantangan dari seseorang yang ia kenal, dan ‘telah menjadi orang’ di Jakarta. “Bagaimana kalau kamu merintis bisnis sendiri kecil-kecilan sendiri, tidak ikut orang, kamu kelola sendiri. Kalau nanti kamu maju, ya ikut maju,” cetus orang tersebut.

Manto berfikir dan menukas cepat. “Saya tidak memiliki modal Pak,” tukasnya.

Si lawan bicaranya meminta Manto untuk menghitung apa saja yang diperlukan jika akan membuat usaha Bakmi Jawa seperti yang pernah dilakukan oleh orang yang pernah diikutinya. Manto mulai meghitung : membuat gerobak dengan kayu dan disain yang bagus, membeli spanduk, berbelanja piring, gelas, hingga cawan api, alat pembuat mie dan keperluan lainnya. Total jendral, uang yang diperlukan mencapai Rp6,7 juta, serta ada bahan-bahan baku untuk berjualan sebesar Rp500 ribu, termasuk untuk membuat mie Jawa, minyak, kecap, beberapa ekor ayam kampung, dan bahan lainnya. 

Selain diberikan modal dan dipersiapkan untuk membuka usaha sendiri, Manto juga diberikan (disewakan) rumah  tempat tinggal serta dicukupi kebutuhan sehari-hari termasuk keperluan makan bagi mereka dan keluarganya. Singkat cerita, usaha tersebut berdiri karena ada dorongan idealisme kewirausahaan yang ingin ditanamkan kepadanya.

Kini usaha tersebut telah memiliki 3 orang karyawan, dan telah menjadi entitas bisnis yang bukan saja memberikan lapangan kerja bagi yang lain, tetapi juga memberikan penghasilan yang lumayan baik bagi Manto, tetapi juga bagi pemodal tersebut karena bisnisnya dijalankan menggunakan system bagi hasil yang adil.

Berawal dari sanalah berdiri Bakmi Mas Bagol 1, dan kemudian berdiri lagi Bakmi Mas Bagol 2, dengan konsep resto, dimana lokasi usahanya luas, lokasi parkirnya juga luas, dan dikelola dengan saling kepercayaan.

Dengan gaya manajemen kekeluargaan, Manto juga mengendalikan  Resto Bakmi Jawa Bagol 2 yang kini sudah memiliki 6 orang karyawan. Pada hari Jumat hingga Minggu pelanggan membludak, bisa mencapai  100 orang lebih. Di lokasi ini pula akan dilengkapi  menu-menu pelengkap lain, diantaranya Soto dan Menu berbasis Bebek. Harapannya, Bakmi Jawa Mas Bagol 2 akan menjadi Pusat Kuliner di Kawasan tersebut.  

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari